Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) kembali mencetak lulusan baru yang siap terjun ke masyarakat. Acara wisuda yang diselenggarakan di Palangka Raya pada hari Sabtu ini menjadi momen penting bagi ratusan mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studinya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga menjadi wadah penyampaian pesan strategis bagi para lulusan dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah seiring dengan transformasi digital.
Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, dalam acara tersebut memberikan bobot tersendiri. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menaruh harapan besar kepada para lulusan perguruan tinggi agar mampu berkontribusi secara nyata. Di tengah tantangan era kecerdasan buatan, lulusan diharapkan memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang relevan.
Berikut adalah sejumlah informasi penting yang merangkum pelaksanaan wisuda Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, termasuk pesan-pesan dari para tokoh pendidikan dan pemerintahan yang hadir dalam acara tersebut.
Berapa jumlah mahasiswa yang diwisuda dan apa saja program yang diselesaikan?
Pada pelaksanaan wisuda kali ini, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya secara resmi meluluskan sebanyak 340 mahasiswa. Rincian dari jumlah tersebut mencakup 160 orang lulusan dari Program Pascasarjana dan 180 orang lulusan dari Program Sarjana. Acara ini merupakan perayaan untuk Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI UMPR. Seluruh prosesi akademik ini dipimpin langsung oleh Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., yang mengukuhkan para wisudawan.
Apa pesan utama yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah kepada para wisudawan?
Masa Tanggap Darurat Karhutla di Kapuas Diperpanjang hingga 29 September

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menekankan pentingnya inovasi, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kewirausahaan kepada 340 wisudawan tersebut. Pesan ini disampaikan secara khusus agar para lulusan mampu menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja yang terus mengalami perubahan akibat transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan. Lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya diam, melainkan harus terus bergerak dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang semakin modern.
Mengapa lulusan diimbau untuk tidak hanya bergantung pada cita-cita menjadi aparatur sipil negara?
Dalam kesempatan tersebut, Edy Pratowo mengingatkan bahwa para lulusan perguruan tinggi tidak lagi dapat bergantung pada pola pikir mencari pekerjaan semata, terutama keinginan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hal ini ditekankan karena peluang kerja yang tersedia di sektor pemerintahan relatif terbatas jika dibandingkan dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah setiap tahun. Oleh karena itu, langkah yang paling tepat adalah mengembangkan jiwa kewirausahaan sehingga lulusan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Bagaimana bentuk kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan UMPR dalam bidang pendidikan?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Kerja sama yang dijalin oleh kedua belah pihak ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif, di antaranya adalah penyediaan program kuliah gratis bagi masyarakat. Selain itu, terdapat pula penyelenggaraan pendidikan vokasi Diploma I yang berfokus pada bidang pertanian, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor agraris daerah tersebut.
Mengapa lokasi pelaksanaan prosesi wisuda kali ini diselenggarakan di dalam hotel?
Mendikdasmen, Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan Pascabanjir Rampung, Pembelajaran Kembali Normal

Pelaksanaan prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada tahun ini sengaja dilangsungkan di sebuah hotel di Palangka Raya. Keputusan ini diambil semata-mata untuk memastikan kenyamanan seluruh peserta. Dengan berada di dalam ruangan hotel, para wisudawan beserta tamu undangan dapat mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan lebih nyaman, terutama di tengah kondisi kabut asap yang sedang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah pada saat acara tersebut berlangsung.
Apa harapan dari LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan bagi para sarjana dan pascasarjana yang baru dilantik?
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, turut memberikan arahan kepada para lulusan. Beliau meminta agar para wisudawan dapat menerapkan budaya ilmiah yang telah dipelajari selama menyusun skripsi maupun tesis ke dalam kehidupan sehari-hari. Budaya ilmiah ini dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh para lulusan selalu didasarkan pada pemikiran yang logis, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat.
Bagaimana pandangan Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai gelar sarjana?
Moh. Mudzakkir, selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memberikan pandangannya mengenai makna dari sebuah kelulusan. Menurutnya, gelar sarjana yang baru saja diraih oleh para wisudawan merupakan sebuah modal simbolik yang sangat berharga. Modal simbolik tersebut secara jelas menunjukkan bahwa seseorang telah memiliki kompetensi akademik dan intelektual yang mumpuni, yang selanjutnya harus dibuktikan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang keahlian masing-masing.






