Kebakaran hebat melanda Kawasan Pergudangan Kosambi Permai di Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Rabu (16/9) siang. Hingga pukul 19.00 WIB atau lebih dari tujuh jam setelah api pertama kali muncul sekitar pukul 12.00 WIB, kobaran api yang melalap 26 unit gudang tersebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Komandan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kosambi BPBD Kabupaten Tangerang, Husni, menjelaskan bahwa petugas di lapangan menghadapi hambatan berat dalam operasi pemadaman. Faktor utama kendala tersebut adalah keterbatasan dan jauhnya akses sumber air di sekitar kawasan kejadian.
Petugas terpaksa mengambil pasokan air dari sebuah aliran sungai kecil yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi pergudangan. Selain pasokan air yang sulit, banyaknya material yang sangat mudah tersulut di dalam gudang membuat kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Terjadi 26 Kali Gempa Selama 12 Jam di Bandung, Begini Analisis BMKG

Husni menerangkan bahwa tumpukan bahan seperti busa kasur spring bed mempercepat perambatan api. Hingga Rabu malam, area pergudangan bagian depan dilaporkan masih menyala, sementara area bagian belakang telah berangsur padam dan memasuki proses pendinginan.
Untuk menjinakkan si jago merah, sebanyak 12 armada gabungan diterjunkan ke lokasi, meliputi unit dari BPBD Kabupaten Tangerang, Damkar DKI Jakarta, Brimob Polri, Koramil TNI, serta pihak pengelola PIK. Sekitar 50 personel gabungan dikerahkan secara intensif menangani kebakaran tersebut.
Puncak Gunung Wilis Jatim Kebakaran, Titik Api Mengarah ke Wilayah Nganjuk

Berdasarkan keterangan awal BPBD, peristiwa kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu gudang penyimpanan spring bed. Meski demikian, kepastian penyebab utama kebakaran masih menunggu proses penyelidikan resmi dari pihak berwenang setelah api tertangani sepenuhnya.






