Kebakaran hutan jati milik Perhutani di kawasan perbukitan Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sempat memicu kekhawatiran warga sekitar. Titik api yang membakar lahan seluas sekitar 1,4 hektare tersebut hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari permukiman warga setempat.
Peristiwa kebakaran di Petak 42 B RPH Tebo ini pertama kali diketahui oleh masyarakat pada Selasa (15/9) petang sekitar pukul 17.30 WIB. Menghadapi risiko perambatan api ke area perkampungan, gabungan personel dari Polsek Ayah, Perhutani, TNI, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.
Upaya pemadaman menghadapi tantangan berat akibat kondisi geografis. Akses menuju lokasi kebakaran tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat, sehingga petugas gabungan harus mendaki dan berjalan kaki melintasi medan perbukitan yang terjal. Ketiadaan sumber air di sekitar titik api juga memaksa tim melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya.
Terjadi 26 Kali Gempa Selama 12 Jam di Bandung, Begini Analisis BMKG

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.10 WIB. Setelah kobaran api mereda, petugas menyisir seluruh area terdampak guna memastikan tidak ada sisa bara yang tersembunyi di bawah tumpukan ranting serta daun jati kering yang rentan memicu kebakaran susulan.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian menyatakan peristiwanya masih dalam tahap penyelidikan. Namun, kondisi musim kemarau yang membuat serasah hutan menjadi sangat kering disinyalir menjadi faktor yang mempercepat perluasan kobaran api. Dampak insiden ini diperkirakan mengakibatkan kerusakan pada tegakan pohon jati serta ekosistem hutan seluas 1,4 hektare.
Sambangi Warga Terdampak Gempa Palue, Jokowi Datang Bawa Bantuan

Sebagai langkah antisipasi ke depan, kepolisian bersama Perhutani dan pemangku kepentingan terkait akan memperketat patroli rutin di kawasan hutan rawan kebakaran di wilayah Kebumen.






