Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini menjadi salah satu fokus utama di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu langkah nyata dan terukur ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, melalui inisiasi program Pertanian Sehat yang lebih dikenal dengan sebutan PESAT. Program strategis yang digagas secara langsung oleh Bupati Malinau Wempi W. Mawa ini bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh potensi daerah serta menjaga ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan. Langkah komprehensif ini juga menjadi wujud nyata dari implementasi program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Program Asta Cita tersebut secara khusus berfokus pada pencapaian swasembada pangan, penguatan ketahanan pangan, penyediaan lapangan kerja baru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Secara mendasar, program PESAT bekerja dengan cara mengidentifikasi dan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang selama ini dibiarkan tidak produktif. Lahan yang disasar mencakup aset milik pemerintah daerah maupun lahan milik masyarakat luas di wilayah Kabupaten Malinau. Melalui program ini, pemerintah tidak sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan edukasi secara berkelanjutan serta ruang yang memadai bagi masyarakat untuk mengolah lahan tersebut menjadi kawasan pertanian yang bernilai guna tinggi. Selain optimalisasi pemanfaatan lahan, pemerintah daerah di bawah arahan Bupati Wempi W. Mawa juga berfokus pada langkah modernisasi infrastruktur pertanian. Modernisasi ini dirancang guna mempercepat proses produksi komoditas pangan, mencapai kemandirian pangan daerah, serta menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Keberhasilan pelaksanaan program PESAT di lapangan tentu tidak lepas dari dukungan penuh dan kehadiran Satuan Tugas (Satgas) PESAT. Anggota Satgas PESAT ini direkrut dan diseleksi secara khusus dari kalangan anak muda serta warga masyarakat Kabupaten Malinau yang memiliki ketertarikan tinggi untuk bergabung dan terjun langsung di bidang pertanian. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 380 anggota Satgas PESAT yang aktif dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bercocok tanam di lapangan. Kehadiran tenaga-tenaga muda dan masyarakat terpilih ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pengelolaan sektor pertanian, sekaligus memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di daerah tersebut.
Fahd dan Fadia A Rafiq, Kakak Beradik yang Tersandung Kasus di KPK

Dalam praktiknya, wilayah kerja operasional Satgas PESAT tidak hanya terpusat di satu titik atau kawasan tertentu saja. Mereka bekerja pada lahan-lahan pertanian yang tersebar luas di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malinau. Selain jangkauan wilayah yang luas, komoditas yang ditanam oleh para anggota satgas juga tidak hanya berfokus pada satu sektor pangan semata. Pembagian tugas dilakukan secara merata; ada sebagian anggota yang menanam padi dan jagung, sementara sebagian lainnya difokuskan untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura. Berdasarkan catatan perkembangan program, ragam aktivitas pertanian ini telah berhasil mendorong pencapaian produksi pangan yang sangat signifikan, di antaranya menghasilkan produksi gabah sebanyak 36.828 kilogram dan produksi jagung yang mencapai angka 8.610 kilogram.
Untuk memastikan hasil panen yang melimpah tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan baik, pembangunan infrastruktur pendukung terus menjadi prioritas. Bupati Wempi W. Mawa secara aktif berupaya membuka dan memperbaiki akses pertanian yang memadai. Pembukaan akses ini dinilai sangat penting untuk memperlancar jalur distribusi, mempermudah mobilisasi hasil-hasil pertanian dari lahan garapan menuju pasar, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di seluruh Kabupaten Malinau. Dengan adanya distribusi yang lancar dan konektivitas yang memadai, stabilitas pasokan bahan pangan di tingkat lokal dapat terus terjaga, yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Polisi Cocokkan DNA Jasad Pria di Pulau Enggano dengan Jurnalis Hilang

Komitmen kuat mengenai keberlanjutan program ini kembali ditegaskan melalui pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh Bupati Wempi W. Mawa di Jakarta, pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa optimalisasi potensi pertanian di Kabupaten Malinau adalah kunci utama dalam mencapai ketahanan pangan yang tangguh. Program PESAT membuktikan bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, keterlibatan aktif pemuda melalui satgas, serta pemanfaatan lahan tidur yang tepat guna dapat mengubah potensi yang terpendam menjadi sumber kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Melalui langkah-langkah yang terukur dan sistematis, Kabupaten Malinau kini terus melangkah maju mewujudkan kemandirian pangan yang seutuhnya.






