berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Arah Kebijakan Bank Indonesia Pasca Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Slamet PrabowoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 20.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Arah Kebijakan Bank Indonesia Pasca Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Masa transisi kepemimpinan di bank sentral sering kali memicu dinamika dan menjadi pusat perhatian pasar serta publik mengenai arah kebijakan moneter suatu negara. Setelah mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada tanggal 25 Juli 2026 lalu, arah kebijakan otoritas moneter ini menjadi fokus pemantauan penting bagi para pelaku ekonomi di dalam maupun luar negeri. Untuk memberikan kepastian dan menjawab berbagai pertanyaan tersebut, Destry Damayanti selaku Gubernur Bank Indonesia sementara telah memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai langkah strategis dan komitmen yang diambil oleh Dewan Gubernur BI ke depan. Dalam sesi taklimat media yang diselenggarakan secara daring pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Destry menegaskan bahwa arah kebijakan bank sentral sama sekali tidak mengalami perubahan sikap atau stance kebijakan, meskipun terjadi pergantian pucuk pimpinan secara mendadak.

Prioritas utama Bank Indonesia pada masa transisi ini tetap berfokus secara konsisten pada pemeliharaan stabilitas nilai tukar rupiah serta pengendalian tingkat inflasi secara nasional. Guna menjaga stabilitas pasar keuangan domestik, Dewan Gubernur BI yang saat ini tersisa lima orang anggota berkomitmen penuh untuk tetap konsisten hadir dan melakukan intervensi di pasar keuangan. Langkah intervensi pasar ini akan terus dilakukan secara terukur, baik di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Melalui kehadiran yang konsisten di berbagai instrumen pasar tersebut, bank sentral secara tegas mengarahkan kebijakannya untuk terus menarik aliran modal asing masuk atau capital inflow ke dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor eksternal, khususnya dalam menjaga ketahanan cadangan devisa serta memperkokoh struktur neraca pembayaran Indonesia.

Baca Juga

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Selain menjaga stabilitas eksternal melalui nilai tukar rupiah, pengendalian laju inflasi dari sisi pasokan maupun permintaan juga menjadi pilar kebijakan penting yang terus dikawal ketat oleh Bank Indonesia. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat kolaborasi erat dengan pemerintah pusat serta pemerintah daerah melalui wadah Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Salah satu instrumen nyata yang dioptimalkan bersama pemerintah dalam kerangka kerja ini adalah Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Gerakan strategis ini dirancang khusus untuk menyasar langsung ke berbagai daerah guna mengendalikan tingkat inflasi pangan secara efektif. Dengan demikian, ketersediaan pasokan barang tetap terjaga dan gejolak harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat luas dapat diredam dengan baik.

Di sektor jasa keuangan, stabilitas sistem keuangan nasional juga terus diperkuat melalui koordinasi yang erat dan berkelanjutan lintas lembaga otoritas keuangan. Bank Indonesia bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara konsisten berupaya untuk mengurangi terjadinya segmentasi likuiditas di industri perbankan nasional. Langkah penanganan ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa distribusi likuiditas antarbank dapat berjalan lebih merata, lancar, dan efisien. Lebih jauh lagi, sinergi kelembagaan dalam wadah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang secara aktif melibatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), OJK, dan LPS akan terus diperkuat. Sinergi ini ditujukan untuk memitigasi berbagai risiko makroekonomi yang berpotensi muncul serta menjaga agar sektor perbankan tetap solid menghadapi dinamika perekonomian.

Baca Juga

Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

Untuk terus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap tangguh, Bank Indonesia juga tidak mengesampingkan optimalisasi berbagai bauran kebijakan di luar instrumen moneter murni. Hal ini secara spesifik mencakup optimalisasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta pengembangan sistem pembayaran yang semakin aman, cepat, dan efisien bagi masyarakat. Di samping itu, bank sentral juga menaruh perhatian yang sangat besar pada pengembangan sektor ekonomi riil dan inklusif. Upaya ini diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan cakupan pengembangan ekonomi syariah, serta implementasi prinsip-prinsip ekonomi hijau. Melalui berbagai program terintegrasi tersebut, Dewan Gubernur BI memastikan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu fokus dan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaPerry WarjiyoDestry DamayantiKebijakan MoneterKSSK

Berita Terbaru Lainnya

Kejagung Gelar Rakor Bareng Kortas hingga KPK, Febrie Segera DisidangSiapa Pemilik Uang Ratusan Miliar OTT KPK di Kantor Pertanahan Bogor?Helikopter Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan KalbarPadamkan Kebakaran Lahan di Majalengka, Petugas Temukan Warga Tewas TerbakarEdarkan 3 Jenis Narkoba, Wanita di Cilegon Ditangkap PolisiMendagri Tegaskan Damkar Tak Perlu Izin Padamkan Kebakaran Hutan, Penghalang DitangkapPetugas Damkar Majalengka Temukan Jasad Warga saat Padamkan Kebakaran LahanDua Pekan Belajar di Bawah Pohon akibat Gempa, Siswa SMP di Manggarai Barat Menanti Tenda Darurat

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap