Bantuan armada helikopter asal Jepang telah mendarat di Kalimantan Barat untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski telah tiba di lokasi, helikopter tersebut masih menunggu kondisi cuaca membaik sebelum diterbangkan untuk pemadaman udara.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa pekatnya kabut asap membatasi jarak pandang penerbangan. Tim dari Jepang mensyaratkan visibilitas yang memadai sebelum memulai operasi pengeboman air.
"Pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," ujar Berton dalam keterangannya, Senin (15/9/2026).
Padamkan Kebakaran Lahan di Majalengka, Petugas Temukan Warga Tewas Terbakar

Berdasarkan rekapitulasi data BNPB hingga 14 September 2026, total luas kebakaran di Kalimantan Barat telah menembus 48.536,73 hektare. Akumulasi tersebut mencakup data sistem pemantauan SiPongi seluas lebih dari 38.310 hektare hingga 31 Juli 2026, ditambah pengukuran langsung tim BNPB di lapangan yang mencatat lebih dari 10.224 hektare.
Pada Minggu (14/9/2026), pantauan BNPB mendeteksi 19 titik api dengan perkiraan luas lahan terbakar melampaui 261 hektare. Tim darat sukses memadamkan api di area seluas lebih dari 175 hektare, sementara unit water bombing udara mengatasi lebih dari 5 hektare.
Edarkan 3 Jenis Narkoba, Wanita di Cilegon Ditangkap Polisi

Upaya penanggulangan karhutla terus berlanjut pada Senin (15/9/2026) untuk menuntaskan sisa lahan terbakar yang masih membentang lebih dari 80 hektare.






