Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung menghadapi tantangan di pasar valuta asing setelah resmi dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9/2026), memperpanjang tren koreksi selama empat hari berturut-turut.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah terdepresiasi 0,26% dan mendarat di posisi Rp17.685 per dolar AS pada penutupan hari ini. Mata uang Garuda mengawali sesi dengan penurunan 0,06% ke level Rp17.650 per dolar AS, sebelum sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh titik terlemah harian di posisi Rp17.703 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,22% ke posisi 99,606 pada pukul 15.00 WIB.
Dari sisi domestik, pergantian pimpinan di Kementerian Keuangan menjadi sorotan pelaku pasar. Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz memproyeksikan arah kebijakan fiskal ke depan akan tetap menjaga disiplin anggaran negara.
Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

"Secara keseluruhan, kami memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan sembari mempertahankan aturan fiskal 3% sebagai jangkar kredibilitas utama," kata Irman.
Selain dinamika transisi kepemimpinan ekonomi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh sentimen eksternal yang kian memanas. Permintaan terhadap mata uang safe-haven meningkat tajam akibat berlanjutnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi serta kapal-kapal di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, mendorong harga minyak mentah acuan Brent konsisten bertengger di atas level US$100 per barel.
Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

Di samping lonjakan harga komoditas energi, ketidakpastian kebijakan moneter global kian mempersempit ruang gerak rupiah. Data perangkat CME FedWatch menunjukkan pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 93% bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut melonjak signifikan dibandingkan probabilitas pekan lalu yang berada di kisaran 60%.






