berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Finance

Analisis Arah Pasar Saat IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Bursa Regional

Marthen TandirerungDiterbitkan 3 Agu 2026 - 16.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Analisis Arah Pasar Saat IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Bursa Regional
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Memahami pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan merupakan tahapan penting bagi para pelaku pasar untuk merumuskan keputusan investasi. Sebagai referensi, pergerakan pada hari Senin, 3 Agustus 2026, dapat menjadi bahan evaluasi. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.248,98. Posisi ini menunjukkan penguatan sebesar 12,85 poin atau naik 0,21 persen apabila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di level 6.236,13. Bagi investor di Bursa Efek Indonesia, situasi ketika indeks domestik menguat di tengah dinamika pasar global yang bervariasi memerlukan analisis yang terstruktur.

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh investor adalah membedah data transaksi pada awal pembukaan sesi perdagangan. Volume dan nilai transaksi memberikan indikasi awal mengenai tingkat partisipasi pelaku pasar. Pada pagi tersebut, nilai transaksi tercatat mencapai Rp484,1 miliar. Transaksi ini melibatkan volume perdagangan sebanyak 916,3 juta saham yang dieksekusi melalui 77.840 kali transaksi. Selanjutnya, investor harus memantau rasio saham yang menguat berbanding saham yang melemah. Berdasarkan data pembukaan, sebanyak 318 saham berhasil menguat, 130 saham mengalami pelemahan, dan 515 saham lainnya bergerak stagnan. Dominasi saham yang menguat pada sesi awal ini menjadi indikator adanya dorongan beli dari pelaku pasar domestik.

Langkah kedua berfokus pada perbandingan antara kinerja pasar domestik dengan bursa saham regional di kawasan Asia-Pasifik. Pada 3 Agustus 2026, bursa saham Asia-Pasifik secara serempak dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat melemah sebesar 1,43 persen, sementara indeks Topix turun 1,45 persen. Pelemahan yang lebih dalam terjadi pada indeks Kospi di Korea Selatan yang anjlok hingga 4,57 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga mengalami koreksi sebesar 0,36 persen. Di tengah pelemahan bursa regional ini, investor harus menelusuri sentimen global lainnya. Pada waktu yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan ini membuka peluang terjadinya deeskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Investor perlu menimbang apakah meredanya ketegangan geopolitik ini memberikan sentimen yang lebih kuat dibandingkan tekanan dari bursa regional.

Baca Juga

Soal Proyek LRT City, BP BUMN dan Danantara Beri Catatan Penting ke Adhi Karya

Soal Proyek LRT City, BP BUMN dan Danantara Beri Catatan Penting ke Adhi Karya

Langkah ketiga adalah melakukan analisis mendalam terhadap aliran modal asing. Investor disarankan untuk tidak hanya melihat angka beli bersih secara agregat tanpa menelusuri rincian transaksinya. Sepanjang perdagangan pekan sebelumnya, investor asing tercatat membukukan beli bersih mencapai Rp7,10 triliun. Namun, angka tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya transaksi jumbo pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Transaksi saham MAPI tersebut bernilai sekitar Rp9,33 triliun dan terjadi di pasar negosiasi pada harga mandatory tender offer. Apabila transaksi khusus MAPI ini dikeluarkan dari perhitungan, investor asing sebenarnya mencatatkan jual bersih sekitar Rp2 triliun di pasar reguler. Memahami rincian ini membantu investor menyadari bahwa tekanan jual asing masih terjadi di pasar reguler.

Langkah keempat melibatkan identifikasi saham-saham spesifik yang menjadi sasaran jual maupun beli oleh investor asing. Pada periode yang sama, tekanan jual asing terpantau terkonsentrasi pada sejumlah saham unggulan. Beberapa saham yang banyak dilepas oleh asing meliputi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Di sisi lain, investor juga harus mencatat saham-saham yang menjadi incaran beli asing, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Timah Tbk (TINS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Baca Juga

RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

Langkah kelima adalah memantau kalender rilis data ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks. Dari dalam negeri, investor perlu mencermati rilis inflasi bulan Juli, data manufaktur PMI, posisi neraca perdagangan, serta hasil konferensi pers dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Selain itu, perhatian pasar juga diarahkan pada pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II-2026. Dari sisi eksternal, rilis data manufaktur dan perdagangan dari China akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi global. Sementara itu, data ketenagakerjaan dari Amerika Serikat sangat ditunggu karena akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga oleh The Fed. Mengintegrasikan seluruh data ini akan menyempurnakan analisis investor dalam menghadapi pergerakan pasar.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiIHSGBursa Efek IndonesiaSahamAnalisis Pasar

Berita Terbaru Lainnya

Perkapi Usul RUU Kurator Masuk Prolegnas Prioritas di Rapat DPRDari Ponsel untuk UMKM, Telkomsel Enterprise Dorong Pemasaran TerukurRupiah Melemah ke Posisi Rp17.694 per Dolar AS pada Perdagangan SelasaSoal Proyek LRT City, BP BUMN dan Danantara Beri Catatan Penting ke Adhi KaryaRATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing4 WN Iran di Rudenim Pekanbaru Ditolak Final UNHCR, Tak Mau PulangRudenim Pekanbaru Tampung 5 WN Bangladesh, Sebagian Besar Korban TPPOPertamina Dukung Ketahanan Energi Lewat Integrasi Portofolio LNG

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap