Bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu dampak langsung pada kehidupan warga sekaligus berpotensi menghambat perputaran aktivitas ekonomi daerah. Menanggapi kondisi darurat ini, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap kesigapan seluruh jajaran instansi yang bergerak cepat menangani dampak bencana di lapangan.
Langkah penanganan dilakukan melalui pemantauan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan turun langsung ke wilayah terdampak, salah satunya di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Rabu (26/8/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk melihat kondisi riil di lapangan, memastikan kesiapan rantai pasok energi, serta mendengar aspirasi warga terdampak.
"Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tapi untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sini," ujar Iriawan saat meninjau lokasi.
Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami

Menurut Iriawan, guncangan gempa menimbulkan kerusakan pada rumah tinggal serta fasilitas umum yang secara otomatis mengganggu rutinitas harian warga. Saat mengunjungi Posko Pertamina Peduli di Lapangan Barangkolong, ia berdialog langsung dengan para pengungsi guna memetakan kebutuhan mendesak mereka.
Selain menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko pengungsian, tim di lapangan juga memprioritaskan pemulihan psikologis warga. Sejumlah perwira Pertamina Patra Niaga menggelar pendampingan psikososial berupa kegiatan bernyanyi, bercanda, dan membagikan mainan untuk anak-anak di tenda pengungsian. Bantuan Pertamina Peduli diserahkan secara simbolis kepada Camat Reok, Ritaudin, untuk didistribusikan kepada warga.
BPH Ungkap Penyebab Fenomena Antrean Panjang BBM di Sulsel

Ritaudin menyatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat penting mengingat warga masih menjalani masa tanggap darurat dan bertahan di area pengungsian.
Guna menjaga kestabilan ekonomi dan mobilitas masyarakat pascagempa, keandalan distribusi energi diupayakan tetap terjaga. Laporan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di sebagian besar wilayah terpantau berada di atas batas normal, dengan proyeksi pasokan aman hingga sekitar 11 hari sebelum jadwal pengiriman berikutnya tiba.






