Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa menyusul adanya potensi ancaman bahaya di tiga kota utama wilayah barat, yakni Mekah, Jeddah, dan Taif. Otoritas setempat meminta masyarakat untuk segera mengambil langkah perlindungan diri dan membatasi pergerakan di luar ruangan.
Peringatan kewaspadaan tersebut disiarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat yang dikelola oleh Pertahanan Sipil Arab Saudi. Warga diinstruksikan untuk segera mencari perlindungan di dalam ruangan yang jauh dari jendela, serta menghindari area terbuka, balkon, dan atap bangunan hingga situasi dinyatakan aman. Para pengendara yang tengah berada di perjalanan juga diimbau menepi di lokasi aman yang jauh dari struktur jembatan maupun gedung bertingkat tinggi.
Ikan Nila Picu Bencana Besar, Tetangga RI Umumkan Situasi Darurat

Langkah siaga darurat ini diambil di tengah memanasnya eskalasi konflik militer antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman. Kelompok Houthi dilaporkan meningkatkan intensitas serangan lintas batas menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak bersenjata yang menyasar berbagai kawasan perkotaan serta fasilitas infrastruktur vital di wilayah Saudi.
Sebagai respons pertahanan, angkatan bersenjata Arab Saudi mengintensifkan operasi serangan udara yang menargetkan posisi strategis dan basis pertahanan Houthi di Yaman. Serangan lintas batas Houthi di Arab Saudi bagian selatan tercatat telah melukai sedikitnya 73 warga sipil.
Relawan Bantu Pemulihan Korban Gempa NTT saat Wilayah Flores Masuki Fase Transisi

Selain menyasar daratan, eskalasi militer ini meluas ke jalur pelayaran internasional di kawasan sekitarnya. Serangan drone Houthi sebelumnya menghantam kapal komersial MV Tihamah di Selat Bab Al Mandab yang berdampak pada keselamatan ABK asal Indonesia, serta memicu kecaman keras dari Pakistan atas insiden penyerangan kapal komersial di Laut Merah yang menewaskan tiga warga negaranya.






