Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii menjenguk para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang dirawat di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan menyusul insiden dugaan keracunan massal setelah para santri mengonsumsi sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain melihat langsung kondisi para korban yang tengah dirawat, Syafii memberikan santunan kepada masing-masing santri sekaligus menyampaikan doa agar mereka lekas pulih. Ia kemudian melanjutkan agenda dengan mendatangi Pesantren Manbaul Hikam secara langsung dan diterima oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Wahid Harun.
Meski insiden medis ini terjadi, Syafii menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG tetap penting dan perlu dilanjutkan agar manfaatnya terus dirasakan oleh kalangan pesantren serta madrasah. Kendati demikian, ia menyoroti perlunya investigasi menyeluruh untuk mengungkap pemicu utama keracunan tersebut sebagai bahan evaluasi komprehensif.
Beda Narasi Mahasiswa vs Polisi soal Cairan Merica di Demo Jogja

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, keluhan kesehatan yang dialami para santri diduga berkaitan erat dengan olahan menu telur dan sayuran. Kementerian Agama sendiri menyatakan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan distribusi program MBG tetap berjalan aman serta mampu menjangkau satuan pendidikan keagamaan hingga ke daerah terpencil.
Ratusan Pelajar Terdampak Menu SPPG Kalitengah
Peristiwa keracunan massal ini bermula pada Selasa (1/9) siang. Korban terdampak tidak hanya berasal dari santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, melainkan juga meluas ke kalangan pelajar di 19 sekolah yang berada di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Kemensos Bekali 600 Mahasiswa UINSA soal Standar Layanan LKS

Gejala medis seperti mual, muntah, hingga pusing mulai dirasakan para korban seusai memakan paket menu MBG. Paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin pada hari itu berisi nasi putih, lauk orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis sayur buncis baby corn, serta buah apel.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat total korban dugaan keracunan mencapai 748 orang hingga Kamis (4/9). Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan 728 orang lainnya telah dinyatakan membaik dan diizinkan pulang untuk rawat jalan.






