PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian operasional pada Koridor 13, Rute 13B, dan Rute L13E pada Jumat (4/9/2026). Penyesuaian ini diberlakukan menyusul adanya gangguan lalu lintas yang berdampak langsung terhadap kedatangan armada bus.
Keterlambatan armada Transjakarta dipicu oleh insiden truk mogok yang menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar MTs/MA Annajah, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Hambatan arus lalu lintas di kawasan tersebut menyebabkan keterlambatan kedatangan bus pada sejumlah layanan Koridor 13.
Penyesuaian Rute dan Dampak Antrean
Kondisi keterlambatan armada bus tersebut berdampak pada antrean penumpang yang mengular di sejumlah titik, salah satunya terjadi di Halte CSW. Guna mengatasi hambatan tersebut dan menjaga ritme kedatangan armada, manajemen Transjakarta memangkas rute perjalanan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf resmi kepada para pengguna jasa atas gangguan operasional yang terjadi di Koridor 13.
Hukuman 2 TNI Kasus Andrie Yunus Dipangkas dan Batal Dipecat

"PT Transportasi Jakarta memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan setia, koridor 13," ujar Ayu Wardhani dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Ayu menjelaskan pemotongan rute dilakukan demi menjaga keteraturan jarak antarbus. "Sebagai langkah penyesuaian untuk menjaga keteraturan interval operasional, rute Koridor 13 diperpendek dan hanya melayani perjalanan sampai dengan Halte JORR," tuturnya.
Sehubungan dengan penyesuaian rute tersebut, Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk terus memantau pembaruan informasi operasional secara berkala melalui aplikasi Transjakarta serta akun media sosial resmi Transjakarta.
7 Catatan Kubu Andrie Yunus Usai 2 TNI Dihukum Ringan dan Tak Dipecat

Truk Mogok Sudah Bergerak Kembali
Terkait kendala armada truk mogok di Petukangan Selatan, penanganan telah dilakukan di lokasi. Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Bernard Octavianus memastikan bahwa truk yang mengalami gangguan tersebut sudah dapat kembali melintas.
"Sudah aman, sudah bisa bergerak jalan," kata Bernard saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).






