berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Uji Pengaruh China ke Iran, Negara Teluk Berharap pada Kekuatan Ekonomi Beijing

Fitri KaraengDiterbitkan 1 Agu 2026 - 08.11 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Uji Pengaruh China ke Iran, Negara Teluk Berharap pada Kekuatan Ekonomi Beijing
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah mendorong negara-negara Arab Teluk untuk mulai mengandalkan China. Langkah strategis ini diambil guna memanfaatkan kekuatan pengaruh ekonomi Beijing terhadap Iran di tengah kembali memanasnya konflik di wilayah tersebut. Negara-negara Teluk berharap keterlibatan Beijing dapat secara efektif membantu meredakan ketegangan yang secara langsung mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan. Kekhawatiran negara-negara Arab Teluk ini meningkat secara signifikan setelah meletusnya konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Insiden tersebut dinilai telah mengganggu jalur ekspor energi yang sangat vital dan sekaligus meningkatkan risiko keamanan kawasan ke tingkat yang lebih mengkhawatirkan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Berdasarkan keterangan dari tiga sumber regional, negara-negara Teluk secara khusus meminta intervensi dari Beijing karena mereka menilai perang yang terjadi saat ini telah memperlihatkan keterbatasan pengaruh AS dalam meredakan ketegangan. Harapan utama negara-negara Arab Teluk kini tertuju pada kemampuan China untuk mendorong Teheran agar bersedia membuka kembali Selat Hormuz, serta meredakan berbagai ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah. Upaya ini sekaligus menjadi ujian penting atas seberapa besar pengaruh diplomatik Beijing terhadap Iran di tengah konflik yang terus berkembang. Kendati desakan terus berdatangan, pihak Iran tetap menegaskan posisinya bahwa mereka akan mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz.

Merespons situasi yang kian mendidih, Kementerian Luar Negeri China secara resmi menyatakan bahwa Beijing terus menjalin komunikasi erat dengan semua pihak yang terlibat. Pernyataan yang dikutip oleh Reuters pada Jumat (31/7/2026) tersebut juga menegaskan bahwa China secara konsisten berupaya menghentikan pertempuran dan mendorong perdamaian di Timur Tengah. Sebagai tindak lanjut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi disebut telah melakukan serangkaian komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Di lapangan, utusan khusus China, Zhai Jun, juga ditugaskan mengunjungi sejumlah ibu kota negara Teluk dan Iran guna mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata secepat mungkin.

Baca Juga

Syarat Penarikan Pasukan di Gaza dan Posisi Israel serta Hamas

Syarat Penarikan Pasukan di Gaza dan Posisi Israel serta Hamas

Posisi China sebagai pembeli utama minyak dari kawasan Teluk sekaligus mitra dagang terbesar Iran membuat Beijing berada dalam posisi yang sangat strategis, meski di saat yang sama juga sangat sensitif. Salah satu sumber dari kawasan Teluk mengungkapkan bahwa terdapat rasa saling menghormati yang tinggi antara negara-negara Teluk dan China, sehingga setiap isu dibahas secara tertutup dan hati-hati. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa negara-negara Teluk berharap China dapat membujuk Teheran kembali ke meja perundingan. Hubungan ekonomi China dengan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sendiri diketahui terus berkembang pesat sejak KTT China-GCC yang diselenggarakan pada tahun 2022 lalu.

Dalam menjalankan perannya, Beijing menegaskan bahwa mereka tidak siap menggunakan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz. China lebih memilih untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, dialog, serta menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Untuk melindungi kepentingannya, China disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan kelompok Houthi di Yaman agar kapal tanker yang terkait dengan kepentingannya dapat melintasi Laut Merah dengan aman. Di ranah diplomasi kawasan, setelah sukses memediasi normalisasi hubungan Arab Saudi dan Iran pada tahun 2023, Beijing kini juga mendorong Pakistan untuk menjadi penengah antara Washington dan Teheran.

Baca Juga

Strategi Pertamina dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Strategi Pertamina dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Pakar China di Washington Institute, Henry Tugendhat, memberikan penilaian bahwa prioritas utama Beijing saat ini adalah menjaga hubungan baik dengan seluruh negara di Timur Tengah, bukan mengambil risiko merusak hubungan diplomatik dengan memihak salah satu kubu. Menurut Tugendhat, ketika AS terlibat langsung dalam konflik, perhitungan strategis China meluas hingga mencakup persaingan global dengan Washington. Sejumlah analis juga menilai bahwa respons China terhadap konflik Iran ini mencerminkan strategi jangka panjang negara tersebut untuk terus menghindari keterlibatan militer secara langsung di luar kawasan Asia Timur.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranTimur TengahSelat HormuzChinaNegara TelukDiplomasi

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Prakiraan Cuaca Wilayah DKI Jakarta pada Hari SabtuSyarat Penarikan Pasukan di Gaza dan Posisi Israel serta HamasCara Menyesuaikan Rencana Aktivitas di Jakarta Berdasarkan Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu (1/8)Kesan Unai Emery Kembali ke Jakarta Bersama Aston VillaPanduan Memahami Dinamika Isu Reshuffle Kabinet dan Pengisian Jabatan KosongLulusan SPPI Calon Manajer Koperasi Masih Menanti Nominal Gaji dan Rincian TugasPenyebab Utama Terjadinya Salah Paham Saat Berkomunikasi Menurut PsikologiPanduan Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Acara Zikir Kebangsaan 2026 di Monas

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MKNasional 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap