Ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah mendorong negara-negara Arab Teluk untuk mulai mengandalkan China. Langkah strategis ini diambil guna memanfaatkan kekuatan pengaruh ekonomi Beijing terhadap Iran di tengah kembali memanasnya konflik di wilayah tersebut. Negara-negara Teluk berharap keterlibatan Beijing dapat secara efektif membantu meredakan ketegangan yang secara langsung mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan. Kekhawatiran negara-negara Arab Teluk ini meningkat secara signifikan setelah meletusnya konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Insiden tersebut dinilai telah mengganggu jalur ekspor energi yang sangat vital dan sekaligus meningkatkan risiko keamanan kawasan ke tingkat yang lebih mengkhawatirkan.








