Jumlah titik panas api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera tercatat mengalami penurunan sebanyak 121 titik pada Minggu (13/9). Dengan penurunan tersebut, total sebaran titik api di kedua pulau tersebut kini berada di angka 567 titik.
Berdasarkan data sistem pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), penurunan titik panas terbanyak terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kendati terjadi penurunan di dua wilayah tersebut, dinamika hotspot di beberapa provinsi lain masih menunjukkan kenaikan. Kalimantan Barat mencatat penambahan 40 titik api, sementara Sumatera Selatan mengalami peningkatan 41 titik api. Adapun di wilayah Riau dan Jambi, hasil pemantauan tidak menemukan adanya titik api.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menjelaskan bahwa pemerintah terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di wilayah-wilayah rawan karhutla. Selama periode 5 hingga 14 September, sebanyak 9 sortie penerbangan telah dilaksanakan di Kalimantan Barat dengan menghabiskan 7.200 kilogram bahan semai NaCl.
Basarnas Utamakan Evakuasi Korban Sebelum Investigasi Kapal Virgo Transport 8

Penyemaian awan di Kalimantan Barat menyasar sepuluh wilayah, meliputi Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, dan Kayong Utara. Operasi modifikasi cuaca di provinsi tersebut tercatat menghasilkan estimasi volume air hujan mencapai sekitar 87,9 juta meter kubik.
Langkah serupa juga diterapkan di Kalimantan Tengah. Sepanjang periode 6 hingga 15 September 2026, operasi modifikasi cuaca di Kalteng telah merampungkan 7 sortie penerbangan menggunakan 5.600 kilogram NaCl. Sasaran penyemaian diarahkan ke sejumlah area rawan di sekitar Kapuas, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
Guna memastikan kesiapsiagaan di lapangan, pemerintah menyiagakan 53 unit armada udara di enam provinsi prioritas penanganan karhutla. Armada tersebut terbagi menjadi 34 unit untuk operasi pengeboman air (water bombing) serta 19 unit dialokasikan untuk patroli udara dan dukungan pelaksanaan OMC.
Pencarian Korban Kapal Virgo 8 Hilang Kontak, Posko 24 Jam Disiagakan

Kekuatan pemadaman udara juga mendapatkan tambahan dukungan dari Pemerintah Jepang berupa tiga unit helikopter CH-47 Chinook yang telah tiba di Kalimantan Barat. Ketiga helikopter angkut berat tersebut disiapkan untuk memperkuat operasi water bombing setelah melewati tahapan pemeriksaan teknis serta prosedur keselamatan penerbangan.
Ristianto menambahkan bahwa seluruh rangkaian penguatan operasi penanganan karhutla ini merespons arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mengambil langkah sedini mungkin terhadap setiap kemunculan hotspot tanpa menunggu api membesar, sembari menggenjot upaya pencegahan lewat pembasahan lahan dan penyediaan cadangan sumber air di kawasan rawan.






