Perum Bulog resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Padi Indonesia Maju, unit usaha di bawah naungan Wilmar Group. Kemitraan ini ditujukan untuk memacu produksi dan memperkuat pasokan beras premium di berbagai kanal distribusi pangan nasional, khususnya jaringan ritel modern.
Langkah kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Bulog dalam memperluas penetrasi bisnis komersial. Di samping menjalankan mandat utama mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) dan program stabilisasi pangan, perusahaan pelat merah tersebut kini kian agresif menangkap peluang pasar konsumen umum yang menuntut beras berkualitas tinggi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau langsung operasional PT Padi Indonesia Maju di Serang, Banten, pada Sabtu (12/02). Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini berperan penting dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok industri pangan dalam negeri.
Lima Tahun Holding UMi, BRI Catat 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Pemanfaatan Empat Fasilitas Produksi Wilmar
Dalam implementasinya, produksi beras premium Bulog akan memanfaatkan fasilitas penggilingan dan pengolahan modern milik Wilmar Group yang tersebar di empat wilayah, yakni Serang, Palembang, Ngawi, dan Mojokerto. Keberadaan pabrik-pabrik pengolahan di sentra produksi tersebut diproyeksikan mampu menjaga kesinambungan mutu sekaligus mempercepat proses pemenuhan stok.
Sinergi antara BUMN dan sektor swasta ini diarahkan untuk memperkuat fondasi industri perberasan nasional dari hulu hingga hilir. Melalui pemanfaatan kapasitas infrastruktur mitra swasta, Bulog dapat mengoptimalkan serapan gabah hingga kapasitas pengemasan beras premium secara terukur.
China Mendadak Bangun 'Hong Kong' Baru di Dekat RI Bernilai Rp2.000 T

Perluasan Saluran Distribusi Komersial
Menyusul penguatan kapasitas produksi tersebut, Bulog berencana mengakselerasi distribusi produk komersial ke berbagai segmen pasar. Penetrasi tidak hanya difokuskan pada pengisian rak-rak ritel modern dan supermarket, melainkan juga tetap menjangkau ekosistem pasar tradisional.
Langkah perluasan kanal ini diharapkan mempermudah masyarakat mengakses beras premium berkualitas dengan ketersediaan yang konsisten di berbagai daerah.






