Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) memprioritaskan evakuasi para korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 sebelum mendalami penyebab insiden tersebut. Hingga pukul 17.00 WITA, tim SAR telah berhasil mengevakuasi sebanyak 113 orang, termasuk enam korban yang dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini tertuju penuh pada penyelamatan korban, menyusul insiden kapal yang hilang kontak hingga terbalik. Terkait penentuan faktor penyebab kecelakaan beserta rekomendasi yang akan dikeluarkan, seluruh prosesnya menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Bahwa terkait dengan penyebab dan juga rekomendasi apa yang akan diberikan, tentunya itu masih nanti setelah investigasi KNKT," ujar Syafii.
Digelar Sebulan Penuh, Peringatan 14 Tahun UU Keistimewaan DIY Resmi Ditutup

Hal senada disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang turut hadir di lokasi penanganan. Dudy menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membuat kesimpulan terlalu dini mengenai penyebab insiden yang menimpa kapal Virgo tersebut.
Kronologi dan Kondisi Kapal
Mengenai kondisi fisik armada di perairan, Syafii memaparkan data pantauan udara yang diterima tim SAR. Informasi dari helikopter menunjukkan bahwa kapal berada dalam posisi terbalik saat ditemukan, tetapi belum tenggelam.
Sebelum peristiwa terjadi, kapal sempat melapor kepada pihak perusahaan mengenai cuaca buruk yang dihadapi dalam pelayaran. Beberapa jam berselang, dilaporkan terjadi perubahan titik pusat gravitasi (center of gravity) yang menyebabkan kapal miring. Pada kondisi tersebut, pihak kapal menyiarkan panggilan darurat untuk meminta bantuan.
MV Haida Bawa 49 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 ke Banjarmasin

Kapal Virgo kemudian dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA usai menghadapi cuaca buruk tersebut. Kantor Basarnas Banjarmasin menerima laporan kejadian pada pukul 04.10 WITA, lalu segera memberangkatkan tim beserta peralatan operasi pencarian dan penyelamatan pada pukul 04.30 WITA.
Perjalanan tim SAR dari pangkalan menuju titik koordinat terakhir kapal membutuhkan waktu sekitar enam jam. Adapun salah satu kapal yang mengangkut korban selamat telah berhasil tiba dan bersandar di pelabuhan di Banjarmasin pada petang hari.






