Sebanyak 49 korban selamat dari peristiwa kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026). Para korban dievakuasi dan diangkut menuju pelabuhan menggunakan kapal MV Haida usai ditemukan di lokasi perairan.
Setibanya di dermaga Pelabuhan Trisakti, para korban langsung dipindahkan dari kapal ke sejumlah bus yang telah disiapkan. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid di Banjarbaru mengonfirmasi penanganan awal para korban tersebut.
"Saat ini proses penurunan para korban dari kapal ke bus yang telah disediakan di dermaga," kata Kombes Pol Nur Khamid, Minggu (13/9/2026).
Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Seluruh korban selamat yang baru tiba selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat guna menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pihak medis juga menyiagakan ruang rawat inap bagi korban yang membutuhkan perawatan lanjutan, salah satunya di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin yang telah menyiapkan fasilitas ruang perawatan.
Data Evakuasi Operasi SAR
Berdasarkan data perkembangan sementara dalam operasi SAR, tim gabungan telah mengevakuasi total 103 orang dari lokasi kecelakaan di Laut Jawa. Rincian data sementara mencatat sebanyak 97 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 3 Kapal Polisi Dikerahkan

Evakuasi para korban melibatkan sejumlah armada kapal yang berada di sekitar area pencarian. Selain MV Haida yang menyelamatkan 49 orang, kapal TB TCP tercatat mengevakuasi 38 orang, dan kapal TB Mauhaw IX berhasil mengevakuasi 16 orang.
KM Virgo Transport 8 diketahui mengalami kecelakaan saat berlayar menempuh rute dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut mengangkut total 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal. Berdasarkan kronologi perjalanan, kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) dan dilaporkan hilang kontak pada Minggu dini hari setelah sempat menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum komunikasi terputus.






