Pemerintah Indonesia menetapkan empat langkah strategis untuk mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor ekonomi. Skema percepatan ini mencakup dekarbonisasi industri, pemanfaatan potensi ekonomi maritim, transformasi sektor pariwisata, hingga perluasan akses pembiayaan hijau berskala global.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa empat arahan tersebut dirancang agar transisi keberlanjutan tetap memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Empat Fokus Transformasi Berkelanjutan
Fokus pertama pemerintah tertuju pada akselerasi dekarbonisasi industri sekaligus penguatan daya saing hilirisasi. Pelaksanaannya dilakukan melalui penguatan sistem pengukuran dan verifikasi jejak karbon, percepatan pemanfaatan energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, serta perluasan akses pembiayaan hijau. Sektor industri juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi dan menerapkan elektrifikasi proses produksi secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing lini usaha.
Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Langkah kedua berfokus pada pengembangan ekonomi biru guna memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ketiga, pemerintah mendorong penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular di sektor pariwisata agar aktivitas pelancongan berdampak positif bagi lingkungan lokal.
Pada pilar keempat, pemerintah memperluas pembiayaan dan kemitraan strategis untuk membawa berbagai inovasi keberlanjutan ke skala implementasi yang lebih luas. Dalam skema ini, Indonesia memosisikan diri sebagai Bridge Builder yang siap menghubungkan sumber-sumber pembiayaan global dengan proyek-proyek hijau dan biru di dalam negeri.
Mendorong Inovasi Lingkungan dan Sosial
Sejalan dengan penguatan kebijakan tersebut, Bappenas turut mendorong penyelenggaraan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026. Ajang ini disiapkan sebagai wadah penguatan inovasi lingkungan dan sosial yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 3 Kapal Polisi Dikerahkan

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa ENSIA merupakan wujud komitmen korporasi dalam memupuk budaya inovasi dan keberlanjutan di tanah air. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, perhelatan ini menjadi sarana apresiasi bagi korporasi maupun penggerak lokal (local hero) yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Untuk pelaksanaan ENSIA 2026, fokus inovasi diarahkan secara spesifik pada isu-isu strategis nasional yang berdampak langsung pada masa depan pembangunan Indonesia, meliputi penguatan ketahanan pangan, pengelolaan sampah terpadu, dan transisi menuju energi bersih.






