Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang hadir mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, resmi menutup rangkaian peringatan 14 tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY di Teras Malioboro Beskalan, Kota Yogyakarta, Sabtu (12/9) malam.
Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian agenda bertajuk Memetri Kaistimewan yang telah bergulir selama 30 hari penuh. Agenda peringatan yang dimulai sejak 15 Agustus 2026 di Lapangan Paseban Bantul dan menggelar acara puncak pada 31 Agustus di Balai Budaya Tamanmartani tersebut menghadirkan total 298 kegiatan, mencakup lokakarya edukasi keterampilan dan budaya hingga panggung seni musik.
Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Mulyaning Manah, Mukti Ing Bumi, Wibawaning Jagad'. Menyampaikan pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Made menegaskan bahwa kemuliaan hati menjadi landasan utama dalam membentuk tatanan sosial yang tentram. Keistimewaan DIY juga ditekankan agar senantiasa dijaga dengan prinsip 'Eling lan Waspodo'鈥攕enantiasa mengingat asal-usul, nilai, serta martabat kebudayaan daerah.
Semarak peringatan 14 tahun UU Keistimewaan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan menjangkau seluruh kabupaten dan kota hingga ke tingkat kalurahan. Pada malam penutupan di Teras Malioboro Beskalan, panggung hiburan diisi oleh pertunjukan seni dan musik yang melibatkan anak-anak hingga penyandang disabilitas.
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 3 Kapal Polisi Dikerahkan

Selain pertunjukan seni budaya, rangkaian perayaan ini turut menghadirkan beragam fasilitas layanan publik langsung bagi masyarakat. Layanan yang dibuka mencakup perpustakaan keliling, armada pajak keliling, edukasi aksara Jawa, layanan VR tata ruang, hingga fasilitas kesehatan seperti skrining kesehatan jiwa, konsultasi psikologi, pemeriksaan gizi, gula darah, tekanan darah, dan layanan HIV.






