Kepulauan Penghu di Selat Taiwan kini menjadi titik konsentrasi utama pertahanan militer Taipei di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan. Ribuan prajurit militer Taiwan yang bertugas di garnisun Penghu dilaporkan menggelar latihan tempur skala besar secara intensif guna membentengi wilayah kepulauan tersebut dari ancaman invasi China.
Gugusan sekitar 90 pulau kecil yang berada di bawah administrasi Taipei ini disiapkan sebagai lini pertahanan krusial. Pada latihan militer tahunan Han Kuang tanggal 10 Agustus lalu, Komando Operasi Pesisir Angkatan Laut Taiwan untuk pertama kalinya mengerahkan kendaraan peluncur rudal canggih Hsiung Feng ke pesisir pantai Penghu. Sistem rudal ini disiagakan untuk menjalankan operasi anti-kapal dan pencegahan pendaratan pasukan musuh, diperkuat dengan integrasi pesawat nirawak (UAV) guna mendongkrak daya gempur di lapangan.
Peran Strategis Penghu Menghalau Invasi
Pakar militer dari Institut Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun, mengungkapkan bahwa posisi geografis Penghu memaksa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China untuk menguasai kepulauan tersebut terlebih dahulu sebelum bisa menyerang pulau utama Taiwan.
Kapal Kebakaran Dahsyat Cuma Dalam Hitungan Detik, 76 Orang Tewas

Menurut analisisnya, jika armada invasi China berupaya langsung menerobos ke pulau utama tanpa menaklukkan Penghu, mereka menghadapi ancaman serangan rudal jarak jauh dari pulau itu. Pasukan Taiwan dapat menjebak kapal-kapal penyerang China dalam situasi baku tembak rudal silang antara Kepulauan Penghu dan pulau utama. Su juga membeberkan bahwa posisi Penghu jauh lebih strategis dibandingkan pulau terluar lain seperti Kinmen dan Matsu, yang lokasinya terlalu dekat dengan daratan China sehingga sulit difungsikan sebagai jaringan pertahanan yang memadai.
Urgensi pertahanan ini turut dirasakan aparatur lokal di lapangan. Kepala Kota Huxi, Chen Chen-chung, menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi karena Kepulauan Penghu dipastikan menjadi salah satu sasaran pertama yang akan diserang jika agresi militer terjadi. Mengimbangi kesiapan tempur reguler, pemerintah Taiwan menargetkan sekitar 200.000 warga di seluruh wilayah telah menyelesaikan program pelatihan ketahanan pertahanan pada tahun ini.
Misbakhun Bantah Tudingan soal Keterkaitannya dengan Cukai Rokok

Kesiagaan di Selat Taiwan ini menuai reaksi keras dari Beijing. Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, awal tahun ini mengecam proyek perkuatan pertahanan di pulau-pulau tersebut dan memperingatkan bahwa Taipei akan menghadapi kehancuran total bila terus memprovokasi perang. Di saat bersamaan, sejumlah pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa Presiden Xi Jinping telah memerintahkan PLA agar memiliki kesiapan penuh untuk merebut Taiwan pada tahun 2027.
Hingga saat ini, pihak Kementerian Pertahanan Taiwan maupun Pentagon menolak memberikan komentar terbuka mengenai detail rencana pertempuran dan strategi pertahanan yang tengah disiapkan di Penghu.






