Mandi wajib adalah mandi yang secara khusus dilakukan untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang dapat kembali dalam keadaan suci. Dalam ajaran Islam, status kesucian ini sangat penting karena menjadi syarat utama untuk dapat melaksanakan ibadah tertentu. Beberapa contoh ibadah yang secara ketat mensyaratkan pelakunya bebas dari hadas besar meliputi ibadah salat dan juga ibadah tawaf. Tanpa melakukan mandi wajib, ibadah seperti sholat yang dikerjakan oleh seseorang dinilai tidak sah. Oleh sebab itu, memahami dan melaksanakan mandi wajib dengan benar adalah sebuah keharusan bagi umat Islam yang sedang berada dalam kondisi hadas besar. Mandi wajib ini juga sering disebut dengan istilah lain, yakni mandi janabah atau ghusl.
Kewajiban untuk melaksanakan mandi wajib atau mandi janabah ini didasarkan pada beberapa sebab tertentu yang dialami oleh seseorang. Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab utama, di antaranya adalah setelah selesai masa haid bagi perempuan, selesai masa nifas, keluarnya mani, dan setelah terjadinya hubungan suami istri. Apabila seseorang mengalami salah satu dari sebab-sebab tersebut, maka ia diwajibkan untuk segera menyucikan diri. Dalam pelaksanaannya, prinsip utama dari mandi wajib ini adalah seluruh tubuh harus dibasahi dengan air secara merata. Proses membasahi seluruh tubuh ini tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus selalu disertai dengan niat yang sungguh-sungguh untuk menghilangkan hadas besar semata-mata karena Allah SWT.








