Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda terpantau tidak menunjukkan adanya letusan maupun semburan kolom abu pada hari ini. Kendati demikian, instrumen pemantauan mencatat aktivitas kegempaan di dalam tubuh gunung api tersebut masih terus berlangsung.
Kondisi visual GAK yang tampak tenang dilaporkan oleh tim SAR Lampung saat melakukan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal speedboat yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Dari area perairan, tidak teramati adanya kepulan abu vulkanik maupun letusan yang keluar dari kawah.
Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, mengonfirmasi bahwa secara visual gunung saat ini tertutup kabut tebal. Asap dari kawah juga tidak teramati membubung ke udara.
Pemuda di Semarang Ditangkap Gara-gara Bawa Kabur-Cabuli Bocah SD di Rental PS

"Untuk kondisi visual saat ini gunung tertutup kabut. Asap kawah juga tidak teramati. Aktivitas erupsi tidak terlihat," ujar Suwarno.
Kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung terpantau berawan hingga mendung dengan angin bertiup lemah ke arah utara dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 26,3 hingga 26,7 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 80 hingga 82 persen.
Rekaman 20 Aktivitas Kegempaan
Meski nihil erupsi di permukaan, data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan dinamika di bawah permukaan masih aktif. Sebanyak 20 kali aktivitas gempa tercatat oleh stasiun pemantau.
Polsek Karawaci Lumpuhkan Pelaku Curanmor yang Melawan saat Ditangkap

Rincian kegempaan tersebut meliputi: - 7 kali gempa frekuensi rendah (low frequency) - 4 kali gempa fase banyak (hybrid) - 4 kali gempa vulkanik dangkal - 4 kali gempa vulkanik dalam - 1 kali gempa tremor menerus
Suwarno menegaskan bahwa tim pemantau terus bersiaga mencatat perkembangan aktivitas vulkanik GAK secara berkala guna memastikan pemantauan mitigasi tetap berjalan optimal.






