Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sebagian akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, menyusul insiden kebakaran yang melanda kawasan Sabana Pengol sejak Kamis (10/9/2026).
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa penutupan diberlakukan khusus pada pintu masuk jalur Jemplang, Kabupaten Malang. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan wisatawan serta memperlancar pergerakan tim pemadam di lapangan.
"Untuk kelancaran upaya penanganan dan pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang ditutup untuk pengunjung," ujar Rudijanta.
5 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare

Penutupan jalur Jemplang ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu evaluasi kondisi keamanan bersama tim gabungan. Akses ke area kebakaran saat ini dibatasi ketat dan hanya dibuka bagi petugas, mitra, serta relawan penanggulangan api.
Pintu Masuk Alternatif dan Pembatasan Area
Meski jalur Jemplang ditutup, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Gunung Bromo melalui dua pintu lainnya, yaitu Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Kendati demikian, ruang gerak pengunjung dibatasi hanya sampai area lautan pasir karena kawasan Sabana Lembah Watangan turut ditutup.
Tak Ada Erupsi Anak Krakatau Hari Ini tapi Masih Terjadi Gempa

Sebagai catatan, kuota kunjungan wisata harian ke Balai Besar TNBTS tercatat sebanyak 2.752 orang per hari.
Sementara itu, jalur transportasi umum yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang鈥攎elalui Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro鈥攖etap beroperasi normal dan dapat dilalui kendaraan. Kunjungan wisata ke Ranu Regulo juga dipastikan tetap buka sesuai ketentuan yang berlaku dengan imbauan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran.






