Aktivitas perdagangan pasar modal domestik tertekan cukup dalam pada perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka lesu ke level 6.495 pada sesi II, Jumat (11/9) siang, setelah ratusan emiten kompak terperosok ke zona merah dan aksi jual pemodal asing terus membayangi pergerakan bursa.
Data RTI Business mencatat pergerakan IHSG pada pukul 14.00 WIB mengalami pelemahan sebesar 94,28 poin atau minus 1,43 persen. Pada pembukaan sesi kedua ini, indeks bergerak di rentang batas terendah 6.462 hingga batas tertinggi 6.552, setelah sebelumnya menutup perdagangan sesi I dengan penurunan 98,42 poin (minus 1,49 persen) di level 6.490.
Tekanan pada bursa terlihat merata di berbagai sektor. Sebanyak 535 saham tercatat melemah, sementara hanya 128 saham yang mampu bergerak di zona hijau, dan 122 saham lainnya bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp11.391,824 triliun.
Bapanas Beber Biang Kerok Harga Rata-rata Cabai Rawit Tembus Rp81 Ribu

Penjualan Bersih Investor Asing Tembus Rp1,95 Triliun
Pelemahan indeks ini sejalan dengan keluarnya dana asing dalam jumlah signifikan. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp1,95 triliun di seluruh pasar. Tekanan jual asing paling besar terkonsentrasi di pasar negosiasi dan tunai dengan nilai jual bersih Rp1,20 triliun, sedangkan di pasar reguler mencatatkan net sell Rp747,51 miliar.
Berdasarkan pantauan volume transaksi saat pembukaan sesi berjalan, volume perdagangan sempat mencatatkan 20,44 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp8,69 triliun melalui 1,27 juta kali perpindahan tangan.
Bulog dan Kemenko Pangan Salurkan 7.542 Ton Beras Bantuan di Kediri

Secara keseluruhan transaksi yang terhimpun, total volume saham yang ditransaksikan mencapai 51,1 miliar lembar. Investor domestik memegang peranan dominan dengan porsi volume 76,39 persen atau sekitar 39,04 miliar lembar saham, sementara investor asing mengisi sisa 23,61 persen atau sekitar 12,06 miliar lembar saham.
Dari total nilai perputaran uang yang mencapai Rp21,6 triliun, pelaku pasar domestik mencatatkan nilai pembelian Rp16,2 triliun atau setara 70,44 persen. Di sisi lain, pembelian oleh investor asing bernilai Rp5,4 triliun atau 29,56 persen. Frekuensi transaksi bursa secara keseluruhan menyentuh 2.671.074 kali, di mana investor lokal mendominasi 85,64 persen aktivitas, sedangkan investor asing mencatatkan 14,36 persen yang terdiri atas 270.804 kali aksi beli dan 496.397 kali aksi jual.






