PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group atau DOID) mencatatkan pemulihan kinerja pada semester pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) serta memperkuat arus kas bebas. Pencapaian ini diraih di tengah penurunan pendapatan perusahaan yang diakibatkan oleh berakhirnya sejumlah kontrak pertambangan. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar US$693 juta. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya kontrak di sejumlah lokasi tambang yang berada di Indonesia dan Australia. Selain itu, proses penurunan aktivitas atau ramp-down pada beberapa operasi lainnya juga turut memberikan dampak terhadap realisasi pendapatan perusahaan.
Meskipun menghadapi tantangan penurunan pendapatan, BUMA International Group mampu meningkatkan EBITDA sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year). Angka EBITDA perusahaan naik menjadi US$69 juta dari yang sebelumnya tercatat sebesar US$64 juta. Seiring dengan peningkatan tersebut, perseroan juga berhasil memangkas rugi bersih menjadi US$50 juta. Pencapaian ini menyusut 37 persen apabila dibandingkan dengan rugi bersih sebesar US$80 juta yang dibukukan pada semester pertama tahun 2025. Dari sisi margin, margin kontribusi perseroan tercatat mencapai Rp72 miliar pada kuartal kedua tahun 2026. Sementara itu, margin kontribusi selama paruh pertama tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen menjadi Rp171 miliar.








