berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Solusi IBCWE Atasi Ketidakefektifan Program Pemberdayaan Perempuan

Ance RundenganDiterbitkan 6 Agu 2026 - 19.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Solusi IBCWE Atasi Ketidakefektifan Program Pemberdayaan Perempuan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemberdayaan perempuan kini menjadi perhatian utama dalam berbagai program investasi sosial di Indonesia. Kendati demikian, efektivitas pelaksanaan program di lapangan masih sering kali dipertanyakan. Dalam sesi panel diskusi bertajuk 'Designing Community Investment for Social Impact' yang diselenggarakan pada ajang Bangun Bangsa Conference 2026, Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Wita Krisanti, membagikan pandangannya mengenai isu krusial ini. Konferensi tersebut mengusung tema besar 'Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy' dan bertempat di Menara Bank Mega, Jakarta, pada Kamis (6/8). Wita menekankan perlunya perubahan mendasar dalam merancang program agar investasi sosial yang disalurkan dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi kaum perempuan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
Mengapa banyak program pemberdayaan perempuan saat ini dinilai tidak berjalan efektif?

Menurut penilaian yang disampaikan oleh Wita Krisanti, ketidakefektifan ini bersumber dari kegagalan pihak penyelenggara dalam memahami kondisi serta kebutuhan nyata dari para peserta program. Banyak program dirancang secara teoretis tanpa mempertimbangkan realitas kehidupan sehari-hari yang dihadapi oleh perempuan di komunitas sasaran. Akibatnya, ada kesenjangan yang besar antara materi atau kegiatan yang ditawarkan dengan kapasitas serta situasi riil para peserta, sehingga program tersebut tidak memberikan manfaat yang optimal.

Bagaimana solusi yang ditawarkan IBCWE untuk mengatasi ketidakefektifan program tersebut?

IBCWE menyarankan agar program-program pemberdayaan perempuan dirancang secara inklusif dengan menggunakan metode social mapping atau pemetaan sosial sebelum program dimulai. Program yang inklusif biasanya memang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang ada di lapangan. Dengan melaksanakan pemetaan sosial terlebih dahulu, penyelenggara dapat memperoleh data yang komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta kebutuhan spesifik dari komunitas yang akan disasar, sehingga program dapat disesuaikan dengan kondisi objektif tersebut.

Baca Juga

Lampung Financial Festival 2026 Siap Digelar untuk Mendorong Literasi Keuangan

Lampung Financial Festival 2026 Siap Digelar untuk Mendorong Literasi Keuangan

Bagaimana pemetaan sosial membantu menyasar penerima manfaat yang tepat?

Penerapan pemetaan sosial sangat penting untuk memastikan bahwa penerima manfaat dari program pemberdayaan benar-benar sesuai dengan sasaran yang ditargetkan sejak awal. Sasaran ini mencakup kelompok-kelompok rentan atau mereka yang memang belum memiliki akses terhadap kesempatan untuk berkembang. Melalui pemetaan sosial, penyelenggara dapat mengidentifikasi secara akurat siapa saja yang paling membutuhkan intervensi program, sehingga alokasi investasi sosial tidak salah sasaran dan dapat dinikmati oleh pihak yang tepat.

Apa saja hambatan harian perempuan yang kerap diabaikan oleh penyelenggara program?

Banyak program sosial gagal menjangkau kaum perempuan karena penyelenggara tidak mempertimbangkan kondisi keseharian dan beban kerja domestik mereka. Salah satu contoh nyata adalah waktu pelaksanaan kegiatan. Sering kali pelatihan atau program sosial digelar pada jam-jam ketika perempuan masih disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga. Wita mencontohkan adanya program pemberian makanan tambahan yang diselenggarakan pada waktu yang bersamaan dengan kesibukan perempuan dalam mengurus rumah, seperti menyiapkan sarapan untuk keluarga, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah. Benturan jadwal ini secara otomatis membuat mereka tidak dapat menghadiri program tersebut.

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen dan Tantangan Lesunya Kredit UMKM

Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen dan Tantangan Lesunya Kredit UMKM

Selain masalah waktu, hambatan apa lagi yang membuat perempuan kesulitan berpartisipasi?

Hambatan lain yang sering kali membatasi partisipasi perempuan adalah faktor geografis dan logistik. Lokasi kegiatan yang jauh serta tidak tersedianya dukungan transportasi yang memadai dinilai menjadi kendala fisik yang signifikan. Selain itu, penyelenggara juga perlu mempertimbangkan tanggung jawab pengasuhan yang dimiliki oleh peserta perempuan, terutama bagi mereka yang masih memiliki anak kecil. Tanpa adanya solusi untuk mengatasi hambatan transportasi dan pengasuhan anak ini, partisipasi aktif perempuan dalam program pemberdayaan akan tetap sulit terwujud.

Bagaimana seharusnya keberhasilan suatu program investasi sosial diukur?

Wita Krisanti menegaskan bahwa keberhasilan dari suatu program investasi sosial tidak cukup diukur hanya dengan melihat tingkat keterlibatan atau kehadiran perempuan sebagai peserta semata. Keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan program tersebut untuk memastikan bahwa perempuan benar-benar menjadi penerima manfaat yang memperoleh akses nyata dan kesempatan untuk berkembang. Indikator keberhasilan harus bergeser dari sekadar kuantitas kehadiran menjadi kualitas dampak yang dirasakan oleh para peserta dalam kehidupan mereka.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pemberdayaan PerempuanIBCWEInvestasi SosialSocial MappingWita Krisanti

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangUsulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari PemerintahDaniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga RodaKlarifikasi RS Pusri Palembang Terkait Komentar Dokter Tamara Dewi Jasmine di Media SosialInstruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS KesehatanMenakar Kemampuan Tablet Menggantikan Laptop dari Pengalaman PenggunaSikap Tegas Pramono Anung Terkait Tenaga Kesehatan yang Mencibir Pasien BPJS

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap