Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak langsung membuka layanan administrasi kependudukan (adminduk) jemput bola bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/8/2026).
Pelayanan yang memasuki hari kedua ini dipusatkan di Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangapanda. Fasilitas bergerak ini dimanfaatkan warga untuk mengganti dan menerbitkan kembali berbagai dokumen kependudukan yang rusak atau hilang tertimbun reruntuhan gempa.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyatakan bahwa pelayanan adminduk wajib hadir di tengah kondisi darurat bencana. Kehadiran negara difokuskan untuk memastikan hak warga atas identitas resmi tetap terpenuhi meski dalam situasi sulit. Senada dengan itu, Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari menggarisbawahi pentingnya langkah percepatan layanan di lapangan agar korban bencana dapat segera memegang kembali dokumen legalitas dasarnya.
Hasil OTT KPK di Kasus Mafia Tanah BPN, 8 Orang Jadi Tersangka, Sita Rp 106,3 Miliar

Pelaksanaan layanan di Ende dihadiri langsung oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, Plt. Kepala Dinas Dukcapil NTT Iwan M. Pellokila, dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ende Yoseph Apolonaris Dosi Woda.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat pemerintah pusat dalam mendampingi warganya pascagempa. Sementara itu, Yoseph Apolonaris Dosi Woda menjelaskan bahwa metode jemput bola ke desa memudahkan warga yang kehilangan rumah, sehingga mereka bisa memperoleh dokumen pengganti tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang.
25 Kecamatan di Tangerang Awas Kekeringan, 62.076 Jiwa Terdampak

Selain menyisir wilayah Kabupaten Ende, pada hari yang sama Ditjen Dukcapil juga menerjunkan tim untuk menggelar layanan adminduk jemput bola bagi warga terdampak di Kabupaten Nagekeo.






