Kematian prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU), Serda Ahmad Muzammil Farisa, memicu perhatian publik setelah muncul dugaan penganiayaan oleh empat orang seniornya. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Mess Psikologi Galaksi yang berada di lingkungan Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak keluarga, insiden kekerasan ini bermula dari persoalan pesanan makanan. Pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB, para senior meminta Serda Ahmad membelikan mi goreng untuk santapan malam. Namun, korban secara keliru membelikan mi kuah. Kesalahan sepele tersebut diduga memicu kemarahan senior hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.
Tindakan penganiayaan itu sempat mereda beberapa saat. Kendati demikian, kekerasan kembali berlanjut pada Kamis dini hari hingga akhirnya mengakibatkan Serda Ahmad kehilangan nyawa. Terdapat empat nama personel senior yang diduga terlibat dalam aksi tersebut, yakni Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.
Kronologi Penyampaian Kabar ke Pihak Keluarga
Pihak keluarga korban di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, awalnya menerima informasi yang berbeda terkait wafatnya Serda Ahmad. Pemberitahuan awal menyebutkan bahwa korban meninggal akibat insiden kecelakaan.
RI Masuk 7 Negara Dunia yang Miliki Rencana Aksi Perikanan Skala Kecil

Sekitar satu jam berselang, salah seorang rekan sejawat korban menghubungi keluarga untuk meluruskan situasi. Rekan tersebut memberi tahu bahwa Serda Ahmad meninggal dunia bukan karena kecelakaan lalu lintas, melainkan akibat dianiaya oleh seniornya di barak.
Jenazah Serda Ahmad kemudian dipulangkan dan tiba di rumah duka di Magetan pada Jumat dini hari. Pemakaman langsung dilangsungkan di pemakaman umum dekat kediaman keluarga tanpa prosesi upacara kemiliteran.
Penyelidikan oleh Polisi Militer Angkatan Udara
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak TNI AU menyampaikan ucapan duka cita secara terbuka melalui akun Instagram resminya pada Jumat (11/9). Institusi militer ini menegaskan bahwa langkah hukum dan pemeriksaan internal tengah berjalan guna mengusut tuntas peristiwa kekerasan di lingkungan asrama tersebut.
Pneumonia Bisa Menular, Kenali Cara Penyebarannya dan Cara Melindungi Diri

"Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah melakukan penyelidikan," tulis keterangan resmi TNI AU.
Proses pemeriksaan oleh Pomau masih terus berlangsung terhadap sejumlah personel yang berkaitan langsung maupun mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.






