Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 500 orang.
Dari total 500 santri yang mendapatkan penanganan medis, sebagian besar telah menunjukkan perbaikan kondisi. Sebanyak 320 santri telah diperbolehkan keluar rumah sakit (KRS), sementara 65 santri harus menjalani rawat inap atau masuk rumah sakit (MRS), dan 115 santri lainnya masih berada dalam pemantauan observasi tim medis.
Para santri yang terdampak dilarikan dan dirawat secara tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Kabupaten Sidoarjo. RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah rujukan terbanyak, yakni mencapai 334 santri. Dari jumlah tersebut di RSUD Notopuro, sebanyak 239 pasien telah dipulangkan, 92 pasien masih diobservasi, dan 3 pasien menjalani rawat inap.
9 Taman Nasional Ditutup Sementara untuk Cegah Risiko Kebakaran Hutan

Selain di RSUD Notopuro, penanganan medis juga dilakukan di beberapa rumah sakit lain: - RS Siti Hajar: Menangani 74 pasien (29 pasien rawat inap, 40 pasien dipulangkan, 5 pasien observasi). - RSU Aisyiyah Siti Fatimah: Merawat 47 pasien (8 pasien rawat inap, 39 pasien dipulangkan). - RS Delta Surya: Menampung 20 pasien (15 pasien rawat inap, 1 pasien dipulangkan, 4 pasien observasi). - RS Pusura: Merawat 13 pasien yang seluruhnya masih dalam tahap observasi. - RS Arafah Anwar Medika: Menangani 3 pasien (2 pasien rawat inap, 1 pasien dipulangkan). - RS Anwar Medika: Merawat 1 pasien yang masih menjalani observasi.
Sementara itu, RS Pusdik Bhayangkara Porong menampung 8 santri yang seluruhnya membutuhkan tindakan rawat inap. Kepala RS Bhayangkara Pusdik Porong, Zaid, memastikan bahwa para santri tersebut masih dalam perawatan intensif.
8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Legislator Tegaskan Tak Wakili Kepentingan RI

"Sampai pagi ini masih ada 8 santri yang menjalani rawat inap," ujar Zaid mengenai kondisi penanganan di fasilitasnya.






