Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru telah menghanguskan sekitar 598 hektare lahan dan vegetasi alami. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyatakan area Semeru saat ini menjadi satu-satunya titik api karhutla yang masih tersisa di wilayah Jawa Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan bahwa upaya pemadaman di Semeru terkendala kondisi medan yang sangat ekstrem. Jalur menuju titik kebakaran berada di tebing yang curam dan tidak dapat dijangkau oleh tim pemadam melalui jalur darat tanpa dukungan armada udara.
Erupsi Sinabung, 615 Warga Mengungsi ke Posko Darurat

Untuk mempercepat pemadaman, BPBD Jatim telah meminta dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna menyiagakan kembali helikopter di Bandara Abdulrachman Saleh. Helikopter yang sebelumnya sempat diperbantukan ke Lampung untuk penanganan di Sumatra tersebut dijadwalkan langsung melaksanakan operasi pengeboman air (water bombing) di titik api Semeru mulai besok pagi.
Di sisi lain, kebakaran lahan yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk di Ponorogo, Gunung Arjuno-Welirang, dan Gunung Wilis, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Mengapa Hasil Survei Poltracking dan Median Soal MBG Berbeda?

Mengenai pantauan sensor cuaca, data aplikasi Sipong mendeteksi adanya 91 titik panas (hotspot) di wilayah Jawa Timur. Namun, Gatot menegaskan bahwa terdeteksinya titik panas tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran hutan, mengingat sumber panas juga dapat berasal dari aktivitas pabrik, pembakaran sisa panen, atau proses pengolahan sampah.






