berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

BNPB Sebut Kualitas Udara Berbahaya Imbas Kebakaran Hutan

Fitri KaraengDiterbitkan 2 Sep 2026 - 07.28 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BNPB Sebut Kualitas Udara Berbahaya Imbas Kebakaran Hutan
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan telah menurunkan kualitas udara hingga level sangat tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi penurunan kualitas udara yang signifikan ini terpantau paling parah di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Di Kalimantan Barat, pemantauan mendeteksi 30 titik api dengan jarak pandang menyusut hingga di bawah 1 kilometer dan kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Tim Satgas Darat setempat telah memadamkan api di lahan seluas 262 hektare. Pemadaman dari udara turut diperkuat oleh lima helikopter water-bombing yang menjatuhkan 724.000 liter air di area terdampak.

Baca Juga

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Sementara itu, di Kalimantan Tengah terpantau 63 titik api dengan kualitas udara umumnya berada pada kategori sangat tidak sehat dan jarak pandang berkisar 2 kilometer. Meski demikian, aktivitas masyarakat dan proses belajar-mengajar di sekolah dilaporkan masih berlangsung normal. Satgas Darat telah diterjunkan ke 13 kabupaten dan kota, mencakup Palangkaraya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Barito Utara, Pulang Pisau, Lamandau, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Murung Raya, Gunung Mas, dan Barito Timur, dengan total area yang berhasil dipadamkan melampaui 87 hektare. Pengerahan personel darat saat ini diprioritaskan untuk menangani 23 titik api yang belum padam di Palangkaraya, dengan fokus penanganan di Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kapuas.

Operasi pemadaman menghadapi rintangan berat akibat karakteristik lahan gambut dan embusan angin kencang yang mempercepat perambatan api. Kondisi gambut memerlukan pendinginan berulang kali serta pasokan air yang besar, di tengah kendala minimnya sumber air dan rendahnya visibilitas di lapangan. Upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sempat dijalankan satu sorti dengan menyemai 800 kilogram bahan semai di wilayah selatan Kotawaringin Timur, namun potensi hujan masih sulit terbentuk.

Baca Juga

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

BNPB kini menunggu rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan sporadis periode 1–7 September guna mengoptimalkan kembali pelaksanaan OMC. Bersamaan dengan penanganan kebakaran, Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait memperketat penegakan hukum melalui pengawasan kepatuhan korporasi, penyegelan area terbakar, penerapan sanksi administratif, hingga evaluasi dan ancaman pencabutan izin usaha bagi pihak yang terbukti membakar lahan.

Sumber: Liputan6

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarhutlaBNPB

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga · 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga · 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi · 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional · 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi · 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap