Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih pendekatan humanis dalam menata ratusan pedagang di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah tersebut diwujudkan melalui dialog langsung bersama para pedagang saat melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (1/9/2026).
Penataan ini menyasar sekitar 614 hingga 640 pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Aktivitas perdagangan di Pasar Kramat Jati sendiri tercatat telah berlangsung cukup lama, yakni sejak awal 1970-an atau hampir 56 tahun.
Skema Relokasi dan Pembagian Lokasi Dagang
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah titik penampungan agar para pedagang dapat tetap menjalankan usahanya. Skema pemindahan ini dibagi ke beberapa lokasi strategis:
9 Taman Nasional Ditutup Sementara untuk Cegah Risiko Kebakaran Hutan

- Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7.
- Sebanyak 193 pedagang ikan diarahkan menuju Lokbin Kramat Jati.
- Sebanyak 45 pedagang kue dipindahkan ke Lokbin Cililitan.
- Sebanyak 45 pedagang lainnya disalurkan ke pasar-pasar lain yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.
Pramono menjelaskan bahwa langkah penataan ini dilakukan guna mengembalikan fungsi jalan dan ketertiban ruang publik, tanpa menghilangkan akses mata pencarian bagi para pedagang setempat.
Pembebasan Retribusi dan Pembenahan Fasilitas
Untuk meringankan beban peralihan ke tempat baru, Pemprov DKI memberikan insentif berupa pembebasan biaya retribusi selama enam bulan bagi para pedagang yang menempati Lokbin Kramat Jati. Tarif retribusi normal di lokasi tersebut berkisar Rp180.000 per bulan atau sekitar Rp6.000 per hari.
Santri Diduga Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Jadi 500 Orang

Selain keringanan biaya, pemerintah daerah berencana membenahi fasilitas penunjang di lokasi baru. Perbaikan mencakup pembenahan saluran air dan sirkulasi udara, hingga pemasangan kipas angin guna meningkatkan kenyamanan para penjual maupun pengunjung. Dukungan promosi juga disiapkan agar aktivitas jual beli di lokasi penataan baru tetap berjalan ramai.






