berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS, Putus Tren Penguatan Dua Hari

Slamet PrabowoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 19.33 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS, Putus Tren Penguatan Dua Hari
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpaksa menyerah pada penutupan perdagangan hari Selasa, 4 Agustus 2026. Setelah sempat mencatatkan performa positif pada beberapa hari sebelumnya, mata uang Garuda kini harus merelakan posisinya dan ditutup melemah ke level Rp18.015 per dolar AS. Pelemahan ini sekaligus menghentikan tren penguatan yang sempat dipertahankan rupiah selama dua hari perdagangan berturut-turut. Kondisi pasar global yang dinamis serta pergerakan indeks dolar yang kembali menguat menjadi faktor utama di balik tertekannya nilai tukar rupiah pada pertengahan pekan ini.

Bagaimana kronologi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Tekanan terhadap rupiah sudah mulai terasa sejak pasar dibuka pada Selasa pagi. Rupiah tercatat dibuka melemah sebesar 0,11 persen dan langsung menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Seiring berjalannya sesi perdagangan, tekanan jual terhadap rupiah tidak langsung mereda, melainkan sempat menyeret mata uang domestik ini ke posisi yang lebih rendah. Rupiah bahkan sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh titik terendah hariannya di level Rp18.045 per dolar AS. Namun, sebelum perdagangan resmi ditutup sore harinya, rupiah menunjukkan tanda-tanda perlawanan dengan memangkas sebagian dari kerugiannya. Mata uang domestik ini berhasil menguat sekitar 30 poin dari posisi terlemahnya hari itu. Pada akhirnya, rupiah menutup sesi perdagangan dengan depresiasi sebesar 0,19 persen di posisi Rp18.015 per dolar AS.

Faktor apa saja yang memicu penguatan kembali dolar Amerika Serikat di pasar global?

Baca Juga

Menakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham Undervalued

Menakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham Undervalued

Penguatan dolar AS terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang kembali merangkak naik. Pada pukul 15.00 WIB, indeks DXY terpantau mengalami penguatan sebesar 0,10 persen dan berhasil mempertahankan posisinya di kisaran level 100. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya indeks dolar sempat terpuruk dan menyentuh posisi terendah dalam kurun waktu satu setengah bulan terakhir. Sebelum berbalik menguat, dolar AS sebenarnya berada dalam posisi tertekan akibat beberapa faktor global. Faktor-faktor tersebut meliputi keputusan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu, pelemahan dolar sebelumnya juga dipengaruhi oleh adanya langkah intervensi bersama yang dilakukan oleh otoritas Jepang dan Amerika Serikat demi memperkuat nilai tukar yen, serta tren penurunan harga minyak mentah dunia yang ikut membebani mata uang tersebut. Namun, situasi pasar kembali bergeser karena para pelaku pasar kini mulai memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga The Fed sekitar 35 basis poin hingga bulan Desember 2026 mendatang.

Apa saja langkah yang diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah?

Guna mengantisipasi fluktuasi nilai tukar yang terlalu tajam, Bank Indonesia menerapkan sejumlah langkah strategis. Bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik di mata investor global. Selain menetapkan kebijakan suku bunga, Bank Indonesia juga mengarahkan aliran masuk modal asing secara terstruktur. Aliran modal dari luar negeri tersebut terutama disalurkan melalui instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tidak hanya itu, Bank Indonesia secara konsisten terus melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing. Intervensi pasar ini dilakukan secara aktif baik di pasar domestik maupun di pasar luar negeri guna memastikan likuiditas tetap terjaga dan menahan pelemahan rupiah agar tidak berlangsung terlalu dalam.

Baca Juga

Harga Telur Ayam Ras di Tingkat Peternak Turun di Bawah Harga Acuan

Harga Telur Ayam Ras di Tingkat Peternak Turun di Bawah Harga Acuan

Sentimen ekonomi apa yang dinilai akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam waktu dekat?

Para pelaku pasar saat ini tengah mengalihkan perhatian mereka pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada pekan ini. Fokus utama pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk periode Juli yang direncanakan akan dirilis pada hari Jumat. Data ketenagakerjaan ini sangat dinanti karena akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, khususnya terkait keputusan suku bunga. Selain itu, ketidakpastian mengenai realisasi proyeksi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 35 basis poin hingga akhir tahun 2026 juga terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar keuangan. Perkembangan data-data ekonomi ini diprediksi akan menjadi motor penggerak utama bagi pergerakan dolar AS dan memberikan dampak lanjutan terhadap stabilitas rupiah di pasar valuta asing.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahDolar ASBank IndonesiaKurs Valas

Berita Terbaru Lainnya

Penyaluran Anggaran Program MBG Capai Rp 101,1 Triliun, Menkeu Purbaya Jelaskan Tiga Fungsi APBNKasus Keracunan Penerima Makan Bergizi Gratis di Semarang dan Sanksi Tegas BGNKunjungan Wisatawan ke Indonesia Tembus Rekor pada Semester I 2026 Meski Harga BBM NaikMenakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham UndervaluedTim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan Dua Gugatan Praperadilan Terkait Kasus TPPUPenyelesaian Kasus Rokok Ilegal di Jambi Melalui Denda Ultimum RemediumKemitraan Indonesia dan Thailand dalam Menjaga Stabilitas dan Keamanan KawasanKrisis Air Bersih di Tigaraksa Tangerang Akibat Kemarau Ekstrem

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal 路 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi 路 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap