Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, kini memicu dampak serius bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Di Kecamatan Tigaraksa, krisis air bersih telah menjangkau ratusan rumah tangga. Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 700 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut mengalami kesulitan untuk mengakses pasokan air bersih yang layak guna memenuhi kebutuhan harian mereka. Kondisi memprihatinkan ini dilaporkan telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir, seiring dengan terus menurunnya curah hujan di kawasan tersebut.
Kondisi di lapangan menunjukkan bagaimana warga harus berjuang keras demi mendapatkan air. Di Desa Pasir Bolang, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, puluhan warga harus rela mengantre panjang demi mendapatkan bantuan air bersih. Pasokan air darurat ini disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang. Antrean warga yang membawa berbagai wadah penampungan air menjadi pemandangan harian yang menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan air bersih di desa tersebut. Bantuan dari BPBD ini menjadi tumpuan sementara bagi warga yang sumurnya tidak lagi mengeluarkan air.








