berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Krisis Air Bersih di Tigaraksa Tangerang Akibat Kemarau Ekstrem

Fitri KaraengDiterbitkan 4 Agu 2026 - 18.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Air Bersih di Tigaraksa Tangerang Akibat Kemarau Ekstrem
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, kini memicu dampak serius bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Di Kecamatan Tigaraksa, krisis air bersih telah menjangkau ratusan rumah tangga. Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 700 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut mengalami kesulitan untuk mengakses pasokan air bersih yang layak guna memenuhi kebutuhan harian mereka. Kondisi memprihatinkan ini dilaporkan telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir, seiring dengan terus menurunnya curah hujan di kawasan tersebut.

Kondisi di lapangan menunjukkan bagaimana warga harus berjuang keras demi mendapatkan air. Di Desa Pasir Bolang, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, puluhan warga harus rela mengantre panjang demi mendapatkan bantuan air bersih. Pasokan air darurat ini disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang. Antrean warga yang membawa berbagai wadah penampungan air menjadi pemandangan harian yang menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan air bersih di desa tersebut. Bantuan dari BPBD ini menjadi tumpuan sementara bagi warga yang sumurnya tidak lagi mengeluarkan air.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Penyebab utama dari kelangkaan air ini adalah mengeringnya sumber air utama warga. Menurut keterangan dari salah seorang warga setempat bernama Ayi Fatimah, sumur-sumur gali yang selama ini diandalkan masyarakat sebagai sumber air utama kini mulai mengering. Debit air di dalam sumur terus mengalami penurunan yang drastis sejak musim kemarau melanda kawasan pemukiman mereka. Akibatnya, air dari sumur gali tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), apalagi untuk konsumsi sehari-hari.

Di tengah situasi sulit ini, bantuan dari pihak berwenang dirasakan masih sangat terbatas oleh sebagian warga. Ayi Fatimah mengungkapkan bahwa selama dua bulan mengalami krisis air bersih, warga baru satu kali menerima bantuan distribusi air bersih dari instansi terkait. Keterbatasan frekuensi bantuan ini memaksa warga mencari jalan keluar mandiri yang berimplikasi pada pengeluaran finansial tambahan untuk kebutuhan rumah tangga mereka sehari-hari.

Baca Juga

Tim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan Dua Gugatan Praperadilan Terkait Kasus TPPU

Tim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan Dua Gugatan Praperadilan Terkait Kasus TPPU

Untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan konsumsi harian, warga terpaksa membeli air minum dalam kemasan galon. Air galon ini digunakan terutama untuk keperluan memasak dan minum karena kualitas air sumur yang tersisa sudah tidak layak dikonsumsi atau bahkan sudah kering sepenuhnya. Pengeluaran untuk membeli air galon ini menjadi beban ekonomi tambahan yang cukup signifikan bagi warga terdampak yang harus terus dipenuhi setiap hari selama kemarau masih berlangsung.

Ayi Fatimah sendiri harus merogoh kocek berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 setiap harinya hanya untuk membeli air. Dalam satu hari, ia rata-rata membutuhkan 3 hingga 4 galon air bersih yang digunakan untuk keperluan memasak, minum, serta sebagian kebutuhan MCK yang mendesak. Jika diakumulasikan dalam sebulan, biaya tambahan untuk air bersih ini dapat mencapai ratusan ribu rupiah, suatu jumlah yang tentu sangat membebani anggaran belanja rumah tangga masyarakat.

Wilayah terdampak kekeringan ini tidak hanya terbatas pada satu desa saja, melainkan tersebar di beberapa titik. Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana menjelaskan bahwa setidaknya terdapat lima desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Tigaraksa yang teridentifikasi mengalami kekeringan. Kelima wilayah tersebut meliputi Desa Kadu Agung, Margasari, Pasir Bolang, Pasir Nangka, dan Cileles. Persebaran wilayah kekeringan yang mencakup lima area ini menunjukkan bahwa krisis air bersih di Tigaraksa terjadi secara meluas dan memerlukan penanganan yang terkoordinasi dari berbagai pihak terkait.

Baca Juga

Penyelesaian Kasus Rokok Ilegal di Jambi Melalui Denda Ultimum Remedium

Penyelesaian Kasus Rokok Ilegal di Jambi Melalui Denda Ultimum Remedium

Tantangan yang dihadapi oleh warga Tigaraksa diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama. Berdasarkan prediksi dari AKP I Made Artana, musim kemarau ekstrem ini memiliki potensi untuk terus berlangsung hingga bulan Oktober 2026. Dengan sisa waktu beberapa bulan ke depan, potensi memburuknya krisis air bersih masih sangat tinggi jika tidak ada langkah penanganan berkelanjutan atau peningkatan frekuensi distribusi air bersih dari pihak terkait seperti BPBD Kabupaten Tangerang.

Bagi masyarakat yang berada di lima desa terdampak tersebut, memahami situasi ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Selama periode kekeringan yang diperkirakan berlanjut hingga Oktober 2026 ini, warga diimbau untuk terus menghemat penggunaan air yang tersisa di sumur gali mereka. Selain itu, ketergantungan pada pembelian air galon untuk konsumsi kemungkinan besar masih akan berjalan, sehingga pengelolaan anggaran rumah tangga perlu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak ini. Koordinasi aktif dengan pihak kelurahan, BPBD Kabupaten Tangerang, dan Polsek Tigaraksa juga diperlukan agar distribusi bantuan air bersih berikutnya dapat berjalan lebih merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah terdampak.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KekeringanKrisis Air BersihTangerangTigaraksaBPBD Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS, Putus Tren Penguatan Dua HariMenakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham UndervaluedTim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan Dua Gugatan Praperadilan Terkait Kasus TPPUPenyelesaian Kasus Rokok Ilegal di Jambi Melalui Denda Ultimum RemediumKemitraan Indonesia dan Thailand dalam Menjaga Stabilitas dan Keamanan KawasanPenjelasan Transjakarta Terkait Penurunan Penumpang Diduga Bau Badan di Kampung MelayuMengenal Kelurahan Gondrong di Tangerang dari Lokasi hingga Asal-usul NamaHarga Telur Ayam Ras di Tingkat Peternak Turun di Bawah Harga Acuan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal 路 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi 路 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap