berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Telur Ayam Ras di Tingkat Peternak Turun di Bawah Harga Acuan

Slamet PrabowoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 17.51 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Telur Ayam Ras di Tingkat Peternak Turun di Bawah Harga Acuan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan perhatian serius terhadap kondisi harga telur ayam ras di tingkat peternak yang mengalami penurunan cukup tajam. Dalam menyikapi situasi pasar terkini, Bapanas menyoroti adanya kesenjangan yang lebar antara harga riil di lapangan dengan harga acuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional, di mana kesejahteraan produsen di hulu harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga bagi konsumen di hilir. Otoritas pangan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas usaha peternak agar pasokan pangan nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.

Bagaimana kondisi riil harga telur ayam ras di tingkat peternak saat ini menurut pantauan Bapanas?

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan, memaparkan data terkini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Berdasarkan laporan tersebut, harga telur ayam ras di tingkat produsen saat ini tercatat berada di angka Rp23.237 per kilogram. Angka riil ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 12 persen di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan. Secara lebih spesifik, harga Rp23.237 per kilogram tersebut berada sekitar 12,31 persen di bawah harga acuan pembelian di tingkat produsen yang seharusnya berada pada tingkat Rp26.500 per kilogram.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Mengapa Bapanas menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak boleh hanya berorientasi pada harga murah bagi konsumen?

Baca Juga

Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS, Putus Tren Penguatan Dua Hari

Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS, Putus Tren Penguatan Dua Hari

Dalam rapat koordinasi tersebut, Hermawan menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi daerah tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan harga murah semata. Apabila harga komoditas pangan seperti telur ditekan terlalu rendah di bawah batas acuan, kondisi tersebut akan merugikan para petani dan peternak yang menjadi ujung tombak produksi. Kerugian finansial yang dialami peternak akibat harga jual yang terlampau rendah dapat mengurangi kemampuan produksi mereka secara keseluruhan. Dampak buruk jangka panjang dari penurunan kapasitas produksi ini adalah potensi timbulnya kekurangan pasokan pangan di masa mendatang, yang justru bisa memicu lonjakan harga yang tidak terkendali.

Bagaimana pengaruh harga jagung terhadap biaya produksi telur dan apa solusi yang ditawarkan pemerintah?

Komoditas jagung memegang peranan yang sangat vital dalam industri peternakan karena merupakan komponen utama dalam pembuatan pakan ternak. Dengan demikian, stabilitas harga jagung di pasar akan berpengaruh secara langsung terhadap naik turunnya biaya produksi telur ayam ras maupun daging ayam di tingkat peternak. Guna membantu menekan biaya produksi yang ditanggung oleh para peternak di tengah penurunan harga jual telur, pemerintah secara konsisten menyalurkan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini dirancang untuk memberikan akses pakan dengan harga yang lebih terjangkau bagi para pelaku usaha peternakan.

Seberapa besar realisasi penyaluran program jagung SPHP yang telah berjalan hingga saat ini?

Baca Juga

Menakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham Undervalued

Menakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham Undervalued

Hingga tanggal 3 Agustus 2026, realisasi penyaluran jagung melalui program SPHP tercatat telah mencapai 104.411 ton. Jumlah yang terdistribusi tersebut setara dengan 43,37 persen dari keseluruhan total pagu atau kuota nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 213.200 ton. Program bantuan pakan ternak ini dilaporkan telah berhasil menjangkau sekitar 5.543 peternak di berbagai daerah. Dalam pelaksanaannya di lapangan, penyaluran jagung SPHP ini dilakukan melalui koordinasi yang melibatkan hampir 100 koperasi dan asosiasi peternak untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Langkah mendesak apa yang diminta oleh Bapanas untuk menyikapi ketimpangan harga telur saat ini?

Melihat tekanan ekonomi yang dihadapi oleh para produsen telur, Bapanas secara resmi meminta agar proses penyaluran jagung melalui skema SPHP segera dipercepat. Desakan akselerasi distribusi ini terutama ditujukan untuk wilayah-wilayah yang harga telur ayam ras serta harga ayam hidupnya masih berada di bawah harga acuan pemerintah. Selain itu, Bapanas menekankan bahwa prioritas penyaluran harus diarahkan ke daerah-daerah di mana para peternaknya sedang menghadapi tekanan biaya produksi yang cukup berat. Dengan percepatan bantuan pakan ini, diharapkan beban operasional peternak dapat berkurang sehingga harga jual telur di tingkat produsen bisa kembali stabil mendekati harga acuan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BapanasHarga TelurPeternak AyamSPHP Jagung

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp18.015 per Dolar AS, Putus Tren Penguatan Dua HariMenakar Fundamental GOTO di Tengah Klaim Harga Saham UndervaluedTim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan Dua Gugatan Praperadilan Terkait Kasus TPPUPenyelesaian Kasus Rokok Ilegal di Jambi Melalui Denda Ultimum RemediumKemitraan Indonesia dan Thailand dalam Menjaga Stabilitas dan Keamanan KawasanKrisis Air Bersih di Tigaraksa Tangerang Akibat Kemarau EkstremPenjelasan Transjakarta Terkait Penurunan Penumpang Diduga Bau Badan di Kampung MelayuMengenal Kelurahan Gondrong di Tangerang dari Lokasi hingga Asal-usul Nama

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal 路 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi 路 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap