Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mendadak terhenti pada Kamis (3/9) pagi. Sebanyak ratusan murid dan guru dilaporkan mengalami diare massal sekitar pukul 09.00 WIB, yang diduga terjadi akibat keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini membuat kegiatan sekolah lumpuh total. Pihak sekolah terpaksa memulangkan para siswa lebih awal karena fasilitas toilet yang tersedia tidak mampu lagi menampung banyaknya warga sekolah yang mengalami gangguan pencernaan secara bersamaan.
Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Terdampak
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menjelaskan bahwa perkiraan total korban yang mengalami gejala keracunan mencapai 750 orang. Berdasarkan pendataan di 33 kelas, tercatat ada 725 murid dan 25 guru yang mengeluhkan diare. Jumlah tersebut mencakup sebagian besar populasi sekolah yang tercatat memiliki 1.174 murid dan 95 guru.
Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkai Simalungun Terbakar, 3 Pekerja Tewas

Melihat situasi darurat di lingkungan sekolah, pihak manajemen langsung berkoordinasi dengan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan melapor ke Puskesmas Lasem guna mendapatkan penanganan medis pertama sebelum akhirnya memutuskan memulangkan para siswa.
Jeda Pengolahan Menu dan Temuan Makanan
Diare massal tersebut diduga bersumber dari menu MBG yang dibagikan dan dikonsumsi sehari sebelumnya, yakni pada Rabu (2/9). Paket makanan tersebut berisikan nasi putih, ayam bakar, tempe mendoan, serta buah semangka.
Berdasarkan klarifikasi ke pihak penyedia (SPPG), makanan diketahui telah dimasak sejak pukul 03.00 WIB dini hari, sementara para murid baru mengonsumsinya pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Selain itu, tim pencicip internal sekolah sempat mendapati sampel ayam bakar yang berlendir saat proses pengecekan sebelum makanan dibagikan, lalu menyisihkan bagian yang dinilai bermasalah tersebut.
Dorong Pemulihan Warga NTT, dari Bantuan Darurat hingga Penguatan Ekonomi Lokal

Penanganan Medis dan Peninjauan Lokasi
Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, menyampaikan bahwa pihaknya menangani 18 pasien yang dirujuk langsung dari sekolah, terdiri atas 13 murid dan 5 guru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang telah diperbolehkan pulang usai kondisinya membaik, sedangkan tiga murid lainnya harus menjalani perawatan rawat inap di puskesmas.
Peristiwa dugaan keracunan massal ini juga memicu peninjauan langsung dari rombongan Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Rembang ke Puskesmas Lasem untuk memantau kondisi para korban. Hingga saat ini, kepastian penyebab utama di balik insiden diare massal tersebut masih menunggu hasil penelusuran dan pemeriksaan resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes).






