Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar mengonfirmasi bahwa pria berseragam dinas yang mendampingi anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), dalam agenda di Thailand berstatus sebagai anggota aktif TNI AL. Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa menyatakan prajurit tersebut bertugas sebagai ajudan dari senator tersebut.
Berdasarkan penelusuran sementara, Ary menjelaskan prajurit TNI AL itu memang ditugaskan menjadi ajudan AWK sejak setahun lalu. Penugasan itu didasari oleh adanya surat permohonan resmi dari pihak AWK terkait permintaan ajudan.
Kendati demikian, Lanal Denpasar menyatakan seluruh aspek penugasan anggota tersebut kini tengah didalami melalui proses pemeriksaan internal. Ary menegaskan pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Dorong Pemulihan Warga NTT, dari Bantuan Darurat hingga Penguatan Ekonomi Lokal

"Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur," ujar Ary.
Saat ini, prajurit yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako Lanal Denpasar terkait kehadirannya dalam agenda di luar negeri tersebut.
Sorotan Publik dan Klarifikasi AWK
Keberadaan anggota TNI AL tersebut menjadi sorotan luas di media sosial setelah warganet menyoroti kehadiran AWK dalam ajang kontes kecantikan perempuan transgender bertajuk Miss Equality di Thailand. Dalam rekaman video yang beredar, prajurit TNI AL tersebut terlihat mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) saat mendampingi AWK naik ke atas panggung.
Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun, Sumut, 3 Pekerja Tewas, Diduga Lompat

Sebelumnya, Arya Wedakarna telah mengonfirmasi kehadirannya dalam acara tersebut dan membenarkan bahwa pria berseragam yang mendampinginya adalah pengawalnya. AWK mengklaim dirinya didampingi pengawal pribadi resmi karena menilai situasi keamanan di Thailand cukup rawan sehingga memerlukan pengawalan.
Selain itu, AWK menegaskan kehadirannya di Thailand bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI, melainkan mewakili salah satu lembaga Hindu asal Bali sebagai tokoh masyarakat. AWK menjelaskan acara di Thailand tersebut memiliki banyak rangkaian, mulai dari peluncuran pariwisata ASEAN, pameran, diskusi, hingga peluncuran video promosi wisata Bali, di mana ia turut menerima penghargaan. AWK juga mengklaim dirinya tidak mengetahui sejak awal bahwa acara Miss Equality tersebut berkaitan dengan isu LGBT.






