Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg merespons insiden puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi situasi tersebut, Zadrak Tombeg telah menginstruksikan seluruh jajaran pimpinan rumah sakit di wilayahnya untuk mengambil tindakan cepat dan memberikan penanganan medis yang optimal kepada seluruh siswa yang terdampak.
"Saya sudah sampaikan ke semua pimpinan rumah sakit bahwa ini harus ditangani sesegera mungkin dan seoptimal mungkin," ujar Zadrak.
Dorong Pemulihan Warga NTT, dari Bantuan Darurat hingga Penguatan Ekonomi Lokal

Penanganan Siswa di Tiga Rumah Sakit
Sebanyak puluhan siswa yang mengalami keluhan kesehatan langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di tiga fasilitas kesehatan berbeda di Tana Toraja.
Berdasarkan data penanganan medis, Rumah Sakit Lakipadada merawat sebanyak 31 siswa. Fasilitas kesehatan lainnya, yakni Rumah Sakit Sinar Kasih, memberikan penanganan kepada 27 siswa, sedangkan Rumah Sakit Fatimah merawat 22 siswa.
Peristiwa ini bermula saat makanan dari program MBG dibagikan dan disantap oleh para siswa pada Rabu (2/9). Paket hidangan yang disajikan kepada siswa tersebut mencakup menu nasi, ayam, sayur, tempe, serta buah melon. Namun, setelah menyantap makanan tersebut, para siswa dilaporkan mulai merasakan kondisi tubuh yang tidak sehat pada malam harinya.
Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun, Sumut, 3 Pekerja Tewas, Diduga Lompat

Penyebab Pasti Masih Diperiksa
Meski dugaan awal mengaitkan gangguan kesehatan para siswa dengan makanan yang disajikan dari program MBG, pemerintah daerah Kabupaten Tana Toraja menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut belum dipastikan.
Hingga saat ini, proses penanganan medis dan rangkaian pemeriksaan lanjutan terhadap para pasien masih terus dilakukan. Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa berangsur pulih sekaligus mengungkap penyebab pasti di balik gangguan kesehatan massal tersebut.






