Upaya pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur kembali mendapat pasokan logistik penting. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mendistribusikan total 34,8 ton bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi setelah muatan kapal tiba di Pelabuhan Laurens Say, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Kamis (3/9) pagi waktu setempat.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan armada KM Tidar yang telah bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sejak 29 Agustus 2026. Penyaluran logistik ini terbagi ke dalam dua gelombang pengiriman. Pada tahap awal, Pelni mengirimkan sebanyak 5,8 ton logistik, disusul pengiriman muatan susulan seberat 29 ton via KM Tidar.
Direktur Utama Pelni, Budi Setyawan Wijaya, menyerahkan paket bantuan tersebut langsung kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing. Serah terima bantuan di dermaga disaksikan oleh pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurens Say Maumere serta jajaran Pelindo Cabang Maumere.
Dorong Pemulihan Warga NTT, dari Bantuan Darurat hingga Penguatan Ekonomi Lokal

Sebelum pasokan logistik gelombang kedua ini tiba, penggalangan bantuan telah dibuka melalui posko di kantor cabang Pelni Jakarta, Surabaya, dan Makassar sejak 16 Agustus 2026. Distribusi muatan laut ini difasilitasi oleh Pelni atas dukungan Kementerian Perhubungan dan Pelindo.
Kedatangan pasokan ini berlangsung di tengah keputusan pemerintah daerah yang memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari. Perpanjangan status diambil lantaran tingkat kerusakan berat masih melanda sejumlah kawasan, khususnya di Pulau Palue, tempat fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan dilaporkan rusak.
Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun, Sumut, 3 Pekerja Tewas, Diduga Lompat

Gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Secara tektonik, titik pusat gempa utama serta mayoritas aktivitas gempa susulan terkonsentrasi di zona Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Backarc Thrust).
Penanganan dampak gempa di NTT saat ini juga didukung pasokan logistik dari berbagai instansi lain, termasuk 24.134 ton beras dari Perum Bulog, pengiriman 5 truk logistik tahap kedua oleh Pemprov Jawa Tengah lewat Lanud Halim Perdanakusuma, serta bantuan senilai Rp1,4 miliar dari Palang Merah Indonesia (PMI).






