Dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 masih dirasakan ribuan warga di kawasan Flores dan sekitarnya. Sejumlah warga di desa terpencil, seperti Desa Sisir dan Pong Lengor, sempat bertahan di tenda-tenda mandiri dengan kebutuhan mendesak berupa pasokan sembako dan perlengkapan dasar sebelum bantuan tiba.
Berbagai pihak mulai menyalurkan bantuan logistik darurat ke titik-titik pengungsian. Pasokan yang didistribusikan meliputi pakaian dewasa dan anak-anak, popok bayi, susu, makanan kaleng, obat-obatan, matras, hingga terpal untuk tempat berteduh sementara. Di samping pemenuhan logistik fisik, pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) juga diberikan kepada anak-anak terdampak oleh jajaran Polres Manggarai Barat bersama BKO Tim Psikologi Polda Jawa Tengah. Dukungan solidaritas kemanusiaan juga terhimpun dari luar daerah, salah satunya melalui penyerahan bantuan saat gelaran final Soekarno Cup 2026 di Stadion GBT Surabaya.
Pemulihan Usaha dan Rantai Pasok
Seiring berjalannya penanganan kedaruratan, langkah pemulihan jangka panjang mulai disiapkan guna membangkitkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Amartha Empower meluncurkan kampanye "Solidaritas untuk NTT" yang menargetkan pemenuhan kebutuhan darurat warga sekaligus merancang strategi pemulihan mata pencaharian, termasuk bagi tim lapangan Amartha yang ikut terdampak.
Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun, Sumut, 3 Pekerja Tewas, Diduga Lompat

Lembaga tersebut mencatat terdapat 59.000 mitra di NTT, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Manggarai, Ngada, dan Sikka. Berdasarkan data lapangan, sebanyak 64 persen mitra tercatat masih memiliki usaha yang berpotensi untuk pulih kembali. Catatan ini melanjutkan pemberdayaan yang telah menjangkau lebih dari 155.000 pengusaha ultra mikro perempuan di NTT sejak 2023.
Head of Amartha Empower, Gigih Septianto, menjelaskan bahwa asesmen bersama masyarakat akan segera dilakukan setelah masa tanggap darurat terkendali. Langkah ini bertujuan memetakan kebutuhan riil agar roda perekonomian lokal kembali berputar.
TNI AL Sebut Prajurit Dampingi AWK di Thailand Bertugas sebagai Ajudan

"Hasil asesmen akan menentukan dukungan berikutnya, mulai dari membantu usaha dan perdagangan kembali berjalan hingga mendukung kebutuhan yang berkaitan dengan akses pasar, transportasi, irigasi, dan rantai pasok. Kebutuhan modal bagi para UMKM yang juga terdampak untuk segera kembali menjalankan usahanya," ujar Gigih.
Kolaborasi lintas sektor dari penyaluran bantuan darurat hingga injeksi permodalan dan penguatan rantai pasok diharapkan dapat mempercepat kemandirian warga NTT pascabencana.






