Pelantikan jajaran kepemimpinan baru Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 mendapat perhatian besar dari otoritas dan pelaku pasar keuangan nasional. Harapan mengenai penguatan stabilitas moneter, harmonisasi kebijakan, hingga pendalaman pasar modal mengalir dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bursa Efek Indonesia (BEI).
Destry Damayanti resmi mengemban amanah sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2026–2031. Bersama Destry, Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI. Pengambilan sumpah jabatan ketiganya dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (2/9/2026).
Kemenkeu Tekankan Sinkronisasi Kebijakan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif kepemimpinan baru di bank sentral tersebut. Purbaya menyampaikan rasa percaya terhadap kapabilitas Destry Damayanti dalam memimpin BI ke depan, mengingat keduanya pernah bekerja bersama di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kedekatan profesional yang telah terbangun tersebut dinilai Purbaya menjadi modal kuat untuk menyelaraskan bauran kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter. Dirinya berharap koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia akan berjalan lebih sinkron dan sinergis dalam menghadapi tantangan perekonomian.
Kemendag Panggil MAP soal Keluhan Promo Buy 1 Get 1

OJK Dorong Penguatan Stabilitas Lewat KSSK
Apresiasi serupa datang dari Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Friderica menilai Destry, Aida, dan Solikin merupakan figur-figur mumpuni yang memiliki kompetensi kuat di bidangnya.
Friderica menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan sinergi antarlembaga, khususnya dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kementerian Keuangan dan LPS. Kerja sama yang solid antarotoritas dinilai krusial guna menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
Lebih lanjut, fokus sinergi yang perlu dioptimalkan mencakup langkah antisipasi agar tidak timbul benturan kebijakan antarinstansi, percepatan pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan ekonomi di tingkat daerah.
ESDM Sebut Program PLTS 100 GWp Berpotensi Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja

BEI Siap Dukung Pendalaman Pasar Modal
Dari sisi pasar modal, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik turut menyampaikan harapan agar jajaran pemimpin baru BI diberikan kelancaran dalam menjalankan seluruh tugas kenegaraan.
Jeffrey menegaskan komitmen sektor pasar modal untuk aktif berkontribusi dalam agenda pendalaman pasar keuangan secara menyeluruh. BEI menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh implementasi berbagai kebijakan yang digulirkan Bank Indonesia di bawah kepemimpinan Destry Damayanti beserta jajarannya demi memperkuat ekosistem finansial domestik.






