Pusat Pembenihan atau Seed Center Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Padi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, mencatatkan produksi sebanyak 250 ton benih padi unggul sepanjang 2026. Hasil pembenihan modern tersebut disiapkan guna memperkuat pasokan benih berkualitas tinggi ke berbagai penjuru tanah air.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung fasilitas tersebut guna memastikan proses pengembangan dan produksi benih berjalan optimal. Ia menyebut Seed Center BRMP Padi di Subang ini sebagai pusat pembenihan padi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kunjungannya, Amran mengamati hasil budidaya padi setempat yang mencatatkan produktivitas panen antara 10 hingga 13 ton per hektare.
Korlantas Gelar Anev Turjawali, Optimalkan Aplikasi Tekan Kecelakaan

Kinerja Produksi Beras Nasional
Langkah penguatan benih unggul ini berjalan beriringan dengan pemantauan data produksi beras nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), volume produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat sekitar 31,41 juta ton. Angka ini mencerminkan penurunan tipis sebesar 0,08 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada rentang waktu yang sama, total produksi padi dalam wujud gabah kering giling (GKG) mencapai 54,52 juta ton. Sementara itu, luas panen nasional tercatat berada di kisaran 10,31 juta hektare, atau mengalami kenaikan tipis 0,01 persen secara tahunan.
Menanggapi catatan BPS tersebut, Amran menilai penurunan produksi sebesar 0,08 persen tersebut masih berada pada batas yang sangat kecil, yakni setara sekitar 30.000 ton.
Kemendag Panggil MAP soal Keluhan Promo Buy 1 Get 1

Langkah Mitigasi Iklim dan Solusi bagi Petani
Untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem, pemerintah terus memperluas langkah antisipasi di lapangan. Salah satu upaya utama yang digencarkan adalah pemasangan pompa air di sentra-sentra pertanian yang terancam kekeringan akibat dampak El Nino.
Kementerian Pertanian juga terus memantau dinamika pertanian langsung di tingkat lapangan. Setelah berkunjung ke Jawa Timur dua pekan sebelumnya dan memantau sentra pertanian di Jawa Barat, kunjungan kerja lanjutan diarahkan ke wilayah Jawa Tengah guna menyerap aspirasi sekaligus menyelesaikan kendala yang dihadapi para petani.






