Tim tanggap bencana Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka turun langsung ke lokasi pengungsian dan permukiman warga di Kecamatan Talibura, Nusa Tenggara Timur. Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memulihkan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) milik warga yang rusak atau hilang akibat bencana.
Pelayanan yang berlangsung selama dua hari di Desa Nangahale dan Desa Kringa tersebut berhasil menyelesaikan sebanyak 1.634 dokumen kependudukan. Aksi terpadu ini dipimpin langsung oleh Plh. Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ahmad Ridwan, serta Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka, Paulus Marselo Gonsalves.
Kecamatan Talibura sendiri mencatat populasi sekitar 25.879 jiwa, dengan 4.371 orang di antaranya terpaksa mengungsi. Bencana yang melanda wilayah tersebut turut menimbulkan kerusakan pada rumah warga, meliputi delapan unit rusak ringan, 13 unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat.
AHY Ungkap Titik Terberat Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa

Pada hari pertama, Rabu (26/8), tim membuka posko layanan di Desa Nangahale hingga sore waktu setempat dan menerbitkan total 821 dokumen. Layanan tersebut mencakup perekaman 75 KTP-el, pencetakan 369 KTP-el, 32 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 206 Kartu Keluarga. Selain itu, petugas memproses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk 34 pemohon, 65 akta kelahiran, 10 akta kematian, sembilan akta perkawinan, dan 21 surat keterangan pindah WNI.
Pelayanan adminduk kemudian berlanjut pada Kamis (27/8) di Desa Kringa dengan total penerbitan 813 dokumen kependudukan. Rincian dokumen yang diselesaikan di desa ini meliputi 83 perekaman KTP-el, 330 pencetakan KTP-el, 21 KIA, dan 235 Kartu Keluarga. Petugas juga memfasilitasi 30 pemohon aktivasi IKD, mencetak 54 akta kelahiran, 21 akta kematian, sembilan akta perkawinan, serta 30 surat keterangan pindah WNI.
Pegiat Lingkungan Dorong Perlindungan Orangutan di Tengah Karhutla

Di sela-sela pengurusan berkas kependudukan, tim tanggap bencana Ditjen Dukcapil turut menyalurkan perhatian kemanusiaan kepada masyarakat terdampak dengan membagikan makanan ringan dan susu bagi anak-anak serta warga lanjut usia di lokasi posko.
Setelah menuntaskan pelayanan di Desa Nangahale dan Desa Kringa, tim tanggap bencana menjadwalkan agenda layanan pemulihan dokumen berikutnya pada Jumat (28/8) di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur.






