berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

PT Freeport Indonesia Tekankan Etika Bisnis untuk Wujudkan Produksi Aman dan Berkelanjutan

Marthen TandirerungDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
PT Freeport Indonesia Tekankan Etika Bisnis untuk Wujudkan Produksi Aman dan Berkelanjutan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menegaskan bahwa perusahaannya tidak hanya menjalankan kegiatan operasional berdasarkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor industri. Lebih dari itu, perusahaan secara konsisten menjadikan prinsip etika bisnis sebagai landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan. Penerapan etika bisnis ini menjadi pedoman yang sangat krusial bagi PT Freeport Indonesia dalam menjalankan seluruh kegiatan operasional sehari-hari. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa setiap aktivitas perusahaan mampu menjaga aspek keselamatan kerja sekaligus mendukung penuh upaya keberlanjutan lingkungan hidup.

Pernyataan mengenai pentingnya etika bisnis tersebut disampaikan secara langsung oleh Tony Wenas saat berbicara dalam sebuah wawancara bersama CNN Indonesia TV. Dalam kesempatan tersebut, Tony secara terperinci memaparkan bahwa kepatuhan terhadap aturan formal saja dinilai belum cukup bagi sebuah perusahaan. Ia menilai perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa setiap keputusan operasional senantiasa diambil berdasarkan prinsip-prinsip yang benar. Ia juga menekankan bahwa etika bisnis mengharuskan perusahaan untuk tetap berpegang teguh pada prosedur yang benar, terlepas dari ada atau tidaknya pengawasan langsung dari pihak terkait.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Menurut pandangan Tony Wenas, penerapan etika bisnis melampaui batas-batas larangan yang tertulis secara kaku dalam undang-undang semata. Manajemen PT Freeport Indonesia selalu mengedepankan etika dalam melakukan usaha karena meyakini bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang memang tepat untuk dilakukan. Prinsip mendasar ini menuntut integritas penuh dari perusahaan, di mana tindakan yang berlandaskan etika tetap harus dijalankan secara konsisten meskipun tidak ada pihak yang melihat. Pendekatan ini secara bertahap menciptakan budaya kerja yang bertanggung jawab dan tidak semata-mata bergantung pada kewajiban hukum yang mengikat.

Baca Juga

Pergerakan Harga Komoditas, Kenaikan Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Pergerakan Harga Komoditas, Kenaikan Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Sebagai bukti nyata dari komitmen terhadap penerapan etika bisnis tersebut, Tony memberikan contoh sebuah keputusan penting yang pernah diambil oleh manajemen PT Freeport Indonesia terkait fasilitas pengolahan mereka. Operasional smelter milik perusahaan sempat dihentikan secara menyeluruh menyusul terdeteksinya kerusakan teknis pada fasilitas penangkap gas sulfur dioksida atau SO2. Meskipun penghentian operasi berdampak langsung pada jalannya proses pengolahan secara keseluruhan, manajemen tetap mengambil langkah tegas tersebut. Keputusan ini menunjukkan bukti konkret bahwa perusahaan lebih mengutamakan prinsip kehati-hatian dibandingkan sekadar memaksakan keberlanjutan produksi saat fasilitas pendukung sedang bermasalah.

Penghentian operasional smelter tersebut dilakukan secara sadar sebagai upaya proaktif untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan kontaminasi udara yang lebih luas. Tony Wenas menjelaskan bahwa jika fasilitas penangkapan gas sulfur dioksida tersebut dipaksakan beroperasi dalam kondisi tidak berfungsi dengan baik, maka akan terjadi kontaminasi udara yang mencemari lingkungan. Oleh karena itu, menghentikan seluruh aktivitas di fasilitas tersebut menjadi langkah mutlak yang sejalan dengan prinsip perusahaan. Ia mengategorikan keputusan krusial ini sebagai tindakan yang melampaui kepatuhan regulasi minimum atau yang ia sebut sebagai langkah beyond compliance.

Baca Juga

Realisasi Penerimaan Pajak Kalimantan Selatan Capai Rp6,244 Miliar per Juni 2026

Realisasi Penerimaan Pajak Kalimantan Selatan Capai Rp6,244 Miliar per Juni 2026

Lebih lanjut, Tony menegaskan kembali bahwa tindakan menghentikan operasional smelter yang mengalami kerusakan tersebut bukanlah sekadar untuk memenuhi kewajiban regulasi dari pihak berwenang. Langkah tersebut murni didorong oleh pandangan mengenai etika dalam melakukan sesuatu yang dianggap benar oleh perusahaan, meskipun tidak ada pihak luar yang secara khusus mengawasi. Pada akhirnya, seluruh penerapan etika bisnis yang ketat ini bermuara pada satu sasaran utama yang ingin dicapai oleh PT Freeport Indonesia. Tujuan utama dari semua langkah dan kebijakan tersebut adalah untuk terus mewujudkan kegiatan produksi yang aman dan berkelanjutan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PT Freeport IndonesiaTony WenasEtika BisnisSmelter FreeportProduksi Berkelanjutan

Berita Terbaru Lainnya

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari GazaPanduan Mitigasi Dampak El Nino, Langkah BMKG Hadapi Kekeringan dan KarhutlaPanduan Layanan Samsat Keliling Jadetabek dan Pembaruan Operasional Polda Metro JayaMemeriksa Detail Unik dan Filosofi Jersey Bali United Musim 2026/2027Memilih dan Membeli BMW F 450 GS serta R 1300 RT Terbaru di IndonesiaPembangunan 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta oleh Danantara dan BUMNCara Mematuhi Aturan Pelabelan Konten Deepfake dan AI di Uni EropaPergerakan Harga Komoditas, Kenaikan Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

Internasional

Kesepakatan Hamas dan Israel Terkait Pelucutan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap