berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Potensi Penghematan Biaya Operasional dengan Kendaraan Listrik Komersial VKTR

Yolanda RumbayanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 16.11 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Potensi Penghematan Biaya Operasional dengan Kendaraan Listrik Komersial VKTR
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Peralihan ke kendaraan listrik komersial kini menjadi sorotan utama di kalangan pelaku industri tanah air. Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), Mochammad Yana Aditya, memaparkan potensi penghematan besar ini saat berbicara dalam program Prime News CNN Indonesia TV pada Selasa (4/8). Menurut penjelasan Yana, penggunaan armada listrik seperti bus dan truk mampu memangkas pengeluaran operasional perusahaan hingga mencapai 40 persen dibandingkan dengan menggunakan armada bermesin konvensional. Langkah efisiensi ini diproyeksikan dapat mengubah peta kekuatan finansial sektor industri yang sangat bergantung pada mobilitas armada angkutan.

Daya tarik utama dari pemangkasan biaya operasional ini menyasar langsung pada sektor-sektor produktif dengan mobilitas tinggi. Pelaku usaha di bidang logistik, perkebunan, hingga pertambangan kini mulai melirik armada ramah lingkungan sebagai solusi menekan pengeluaran. Dengan menurunnya biaya harian armada, margin keuntungan para pengusaha dapat terdongkrak secara langsung. Selain memberikan keuntungan bagi masing-masing perusahaan, adopsi kendaraan listrik komersial secara massal di berbagai wilayah Indonesia juga berpotensi menekan biaya logistik nasional yang selama ini dinilai masih cukup tinggi.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Di sisi lain, VKTR terus mendorong percepatan lokalisasi komponen kendaraan listrik guna mendukung ekosistem industri dalam negeri. Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produk-produk yang dirilis oleh VKTR telah melampaui angka 40 persen. Pencapaian tingkat kandungan lokal tersebut diraih melalui optimalisasi proses perakitan di dalam negeri serta penyerapan berbagai komponen lokal. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian industri otomotif masa depan, meskipun tantangan besar terkait komponen utama seperti baterai masih harus dihadapi oleh produsen lokal.

Bagaimana kendaraan listrik komersial seperti bus dan truk dapat menghemat biaya operasional hingga 40 persen?

Baca Juga

Kasus Mutilasi Depok, Penemuan Jasad Tanpa Kaki hingga Penangkapan Terduga Pelaku di Banten

Kasus Mutilasi Depok, Penemuan Jasad Tanpa Kaki hingga Penangkapan Terduga Pelaku di Banten

Penghematan biaya operasional ini merujuk pada konsep yang disebut sebagai Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan. Menurut penjelasan dari pihak VKTR, rata-rata penghematan pengeluaran yang diperoleh pengusaha dengan mengadopsi kendaraan listrik berada di kisaran 40 persen dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Penurunan TCO ini mencakup efisiensi energi serta biaya perawatan armada yang jauh lebih murah. Pengurangan pengeluaran rutin tersebut secara otomatis berdampak langsung pada peningkatan margin keuntungan bersih yang dapat dikantongi oleh pemilik bisnis.

Siapa saja pelaku usaha yang paling diuntungkan dari efisiensi penggunaan armada listrik komersial ini?

Sektor-sektor industri yang memiliki ketergantungan tinggi pada rantai pasok dan transportasi darat menjadi pihak yang paling diuntungkan. Secara khusus, efisiensi operasional ini menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha di bidang logistik, perkebunan, dan pertambangan yang membutuhkan pergerakan armada secara intensif setiap harinya. Jika proses transisi ke armada ramah lingkungan ini dilakukan secara masif oleh sebagian besar pelaku industri tersebut, dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh internal perusahaan, melainkan juga berpotensi menurunkan beban biaya logistik nasional secara keseluruhan.

Bagaimana VKTR memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) saat ini?

Baca Juga

KPK Ajukan Banding atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid

KPK Ajukan Banding atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid

VKTR saat ini terus berupaya mempercepat lokalisasi komponen untuk seluruh lini kendaraan listrik komersial mereka. Melalui proses perakitan yang dilakukan di dalam negeri serta penyerapan komponen-komponen lokal, produk-produk VKTR kini telah berhasil melampaui batas TKDN sebesar 40 persen. Langkah lokalisasi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi regulasi pemerintah, melainkan juga untuk membangun rantai pasok yang lebih kokoh dan efisien di tingkat domestik, sehingga mengurangi ketergantungan pada komponen impor dari luar negeri.

Apa kendala utama dalam meningkatkan angka TKDN kendaraan listrik agar bisa lebih tinggi lagi?

Tantangan terbesar dalam memaksimalkan kandungan lokal terletak pada ketersediaan dan produksi baterai di dalam negeri. Komponen baterai merupakan bagian paling krusial karena memakan porsi hampir separuh dari total biaya pembuatan atau sekitar 50 persen dari harga jual kendaraan listrik secara keseluruhan. Pihak VKTR menyatakan bahwa apabila komponen baterai ini nantinya sudah dapat diproduksi sepenuhnya di dalam negeri, maka angka TKDN untuk kendaraan listrik komersial dipastikan mampu melonjak hingga melampaui 80 persen. Oleh karena itu, lokalisasi industri baterai menjadi kunci utama bagi lonjakan nilai TKDN di masa mendatang.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kendaraan ListrikVKTRBiaya OperasionalTKDN

Berita Terbaru Lainnya

Kasus Mutilasi Depok, Penemuan Jasad Tanpa Kaki hingga Penangkapan Terduga Pelaku di BantenKPK Ajukan Banding atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul WahidMabes TNI Tanggapi Dugaan Penganiayaan Anggota Polri di Asrama Polisi PalmerahGempa Magnitudo 6,4 Guncang Wilayah Pulau Karatung Sulawesi UtaraLangkah Polisi Mengungkap Kasus Mutilasi di Depok yang Bermula dari Media SosialKronologi Penemuan Mayat dalam Karung di Depok hingga Penangkapan Pelaku MutilasiBea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Terminal 2 Kedatangan Bandara Internasional JuandaTransaksi Kripto Tembus Rp 28 Triliun, Perhatikan Langkah Ini Sebelum Berinvestasi

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap