Kasus penemuan mayat dalam kondisi mengenaskan di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya menemui titik terang baru. Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku di balik pembunuhan disertai mutilasi tersebut. Peristiwa tragis ini sempat menggegerkan warga sekitar setelah sebuah karung yang awalnya dikira berisi tumpukan sampah ternyata menyembunyikan jasad manusia tanpa kaki. Kini, penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap motif di balik tindakan keji tersebut.
Bagaimana kronologi awal penemuan jasad tanpa kaki di Depok?
Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan warga di sebuah lahan kosong di Pancoran Mas, Kota Depok. Pada Jumat (24/7) sekitar pukul 07.00 WIB, seorang saksi bernama Herni melihat sebuah karung berada di lokasi tersebut. Karena menduga karung itu hanya berisi sampah biasa, Herni tidak langsung memeriksa isinya melainkan memberi tahu sang adik yang bernama Muhammad Rizkywan. Karung tersebut dibiarkan begitu saja selama beberapa hari di area lahan kosong tersebut.
Baru pada Selasa (4/8) sekitar pukul 15.30 WIB, Muhammad Rizkywan berniat untuk membakar karung yang dikira berisi sampah itu. Namun, ketika api mulai membakar dan membuat sebagian karung meleleh, saksi terkejut melihat adanya bagian tubuh manusia di dalamnya. Menyadari hal tersebut, ia segera melaporkan kejadian mengerikan itu kepada petugas Bhabinkamtibmas.
Seperti apa kondisi jasad korban saat ditemukan di tempat kejadian perkara?
Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Setelah menerima laporan dari saksi, personel dari Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas menemukan jasad seorang pria dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan tanpa mengenakan pakaian sama sekali.
Jasad tersebut dimasukkan ke dalam karung beras yang kemudian dibungkus lagi menggunakan plastik berwarna hitam. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang sangat jelas pada tubuh korban. Kedua tangan korban ditemukan dalam posisi terikat dengan selembar kain berwarna putih. Selain itu, terdapat luka terbuka pada bagian leher korban. Yang paling mencolok, kedua kaki korban sudah tidak ada lagi karena hilang mulai dari bagian pangkal paha.
Siapa terduga pelaku yang ditangkap dan di mana penangkapan dilakukan?
Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh kepolisian segera mengarah pada seorang terduga pelaku. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan terduga pelaku yang diketahui berinisial SA.
Upaya pelarian SA berakhir ketika polisi menyergapnya di wilayah Pandeglang, Banten. Penangkapan tersebut terjadi pada hari Rabu (5/8) sekitar pukul 04.15 WIB saat terduga pelaku sedang berusaha melarikan diri dari kejaran petugas. Setelah ditangkap, SA langsung dibawa oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Apa langkah hukum dan penyelidikan yang sedang berjalan saat ini?
Hingga saat ini, penyidik dari Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku SA. Fokus utama pihak kepolisian saat ini adalah untuk mendalami motif sebenarnya di balik pembunuhan sadis disertai mutilasi ini. Selain itu, penyidik juga berupaya mengungkap hubungan atau keterkaitan yang terjalin antara terduga pelaku SA dengan korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
Apa saja hal yang belum terungkap atau masih menjadi ketidakpastian dalam kasus ini?
Meskipun terduga pelaku telah ditangkap, masih ada beberapa informasi penting yang belum diungkap secara detail oleh pihak berwenang. Polisi belum merilis identitas resmi dari korban pria tanpa kaki tersebut, serta bagaimana hubungan spesifik antara korban dan terduga pelaku SA. Motif pembunuhan pun masih menjadi tanda tanya besar karena proses pemeriksaan terhadap SA masih berlangsung secara tertutup di tingkat penyidik. Publik juga masih menunggu informasi mengenai keberadaan potongan kaki korban yang hilang serta alat yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan mutilasi. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi yang komprehensif.






