berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Hukum

Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyelidikan Kematian Sutrimo

Yolanda RumbayanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 10.59 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyelidikan Kematian Sutrimo
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo, atau yang lebih dikenal dengan inisial S. Berdasarkan informasi yang ada, Sutrimo diketahui menjabat sebagai kepala rumah tangga atau karumga dari mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Penyelidikan ini menjadi fokus utama pihak kepolisian guna mengetahui secara pasti bagaimana kronologi dan penyebab di balik kematian korban. Langkah-langkah hukum terus diupayakan agar seluruh teka-teki yang menyelimuti peristiwa ini dapat segera terjawab dengan jelas.

Dalam perkembangan penanganan perkara tersebut, pihak kepolisian telah mengambil langkah konkret dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang. Kabid Humas Polda Metro Jaya

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan konfirmasi resmi terkait perkembangan ini pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Budi Hermanto menyampaikan bahwa sampai saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak lima orang saksi. Pemeriksaan terhadap para saksi ini dinilai sangat krusial oleh kepolisian. Tujuannya adalah untuk menelusuri secara detail seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi, mulai dari momen sebelum Sutrimo dibawa ke rumah sakit, hingga proses pengantaran jenazah korban menuju ke daerah Banyumas.

Kelima saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik memiliki peran dan keterkaitan masing-masing dalam rangkaian peristiwa tersebut. Para saksi ini diidentifikasi dengan inisial AZ, MOP, MZ, MA, dan AAS. AZ dan MOP diketahui bertindak selaku pengemudi ambulans dalam peristiwa ini. Selanjutnya, saksi MZ diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pemilik dari sebuah perusahaan ambulans. Saksi lain yang turut diperiksa adalah MA, yang diketahui sempat melakukan komunikasi dengan korban S sebelum kejadian berlanjut. Sementara itu, saksi AAS merupakan pengemudi ambulans yang secara spesifik bertugas membawa korban dari depan Klinik Mordent yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan menuju ke rumah sakit.

Baca Juga

Antisipasi Dampak Kemarau Ekstrem, Usulan Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Antisipasi Dampak Kemarau Ekstrem, Usulan Sumur Darurat dan Modifikasi Cuaca

Proses pengumpulan keterangan tidak hanya berhenti pada lima orang saksi utama tersebut. Pihak penyelidik kepolisian juga terus berupaya memperluas cakupan informasi dengan mengundang pihak-pihak lain yang dianggap memiliki pengetahuan terkait insiden ini. Penyelidik diketahui telah mengundang seorang dokter yang berinisial IK untuk memberikan klarifikasi. Selain dokter tersebut, seorang pemilik perusahaan ambulans lainnya yang berinisial S juga turut diundang oleh kepolisian. Langkah klarifikasi ini diambil sebagai bagian dari prosedur penyelidikan yang masih terus berlangsung guna merangkai fakta-fakta yang ditemukan di lapangan agar menjadi satu kesatuan informasi yang utuh.

Upaya pengungkapan kasus kematian Sutrimo juga didukung dengan pengumpulan barang bukti fisik melalui olah tempat kejadian perkara atau olah TKP. Pelaksanaan olah TKP ini telah dilakukan pada hari Senin, 27 Juli. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara petugas kepolisian, Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan, serta Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Olah TKP tersebut dipusatkan di Klinik Mordent. Dari lokasi pemeriksaan, petugas gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang-barang yang diamankan antara lain meliputi berbagai jenis obat-obatan, dua botol natrium klorida, satu unit perangkat penyimpanan data atau SSD, serta beberapa helai rambut.

Baca Juga

Cara Memahami Penindakan Pelanggaran Etik Hakim dan Rencana Mutasi Besar-besaran

Cara Memahami Penindakan Pelanggaran Etik Hakim dan Rencana Mutasi Besar-besaran

Sebagai pelengkap dari bukti fisik dan keterangan saksi, kepolisian juga mengandalkan bukti-bukti yang bersifat digital. Rekaman kamera pengawas atau CCTV dari Klinik Mordent telah dikumpulkan oleh penyidik untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan digital forensik. Tidak hanya mengandalkan rekaman dari klinik tersebut, pihak kepolisian juga telah secara resmi meminta rekaman kamera pengawas dari RS Muhammadiyah Taman Puring. Upaya ini diharapkan dapat memberikan gambaran visual yang lebih jelas mengenai pergerakan korban dan pihak-pihak terkait. Saat ini, kepolisian masih terus menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh dari laboratorium forensik untuk menentukan arah penyelidikan selanjutnya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Polda Metro JayaSutrimoKlinik MordentPolres Metro Jakarta SelatanPenyelidikan

Berita Terbaru Lainnya

Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Numan yang Berkeliling IndonesiaFakta-Fakta Kasus Perusakan Rumah Polisi di Karawang Terkait Penyelidikan Obat KerasPemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Dana Pendidikan Mulai 2028Cara Menyesuaikan Anggaran Kendaraan Setelah Perubahan Harga BBM di SPBU BPMemahami Modus Penyimpangan dan Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Makan Bergizi GratisDaftar 5 Orang Terkaya di Dunia per Juli 2026, Elon Musk Masih MemimpinRincian Penyesuaian Harga BBM BP-AKR dan Pertamina Patra Niaga per 1 Agustus 2026Daftar 10 Bank yang Tutup per Juli 2026 Termasuk Perbankan Syariah

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap