berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Lingkungan

Pola Silvofishery Tingkatkan Minat Petambak Desa Sepatin dalam Rehabilitasi Mangrove

Usat BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pola Silvofishery Tingkatkan Minat Petambak Desa Sepatin dalam Rehabilitasi Mangrove
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Penerapan pola tambak ramah lingkungan atau yang dikenal dengan istilah silvofishery dalam program rehabilitasi mangrove mulai menunjukkan dampak positif terhadap tingkat partisipasi masyarakat pesisir. Skema pemulihan ekosistem ini secara khusus telah berhasil meningkatkan minat para petambak yang berada di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pendekatan baru tersebut dinilai mampu menjembatani kebutuhan pelestarian lingkungan dengan keberlanjutan mata pencaharian warga, sehingga perlahan mengikis keraguan yang selama ini dirasakan oleh para petambak setempat.

Sebelum adanya pendekatan baru ini, sebagian petambak di wilayah tersebut merasa enggan dan ragu untuk mengikuti program rehabilitasi mangrove. Kekhawatiran utama yang membebani pikiran mereka adalah anggapan bahwa aktivitas penanaman pohon mangrove akan mengganggu proses budidaya perikanan di tambak mereka. Berdasarkan pengalaman warga, program rehabilitasi yang dijalankan pada masa sebelumnya menerapkan metode penanaman mangrove di hampir seluruh area tambak. Kebijakan penanaman yang masif tersebut membuat para petambak khawatir tambaknya akan menjadi kotor dan pada akhirnya mengakibatkan tingkat produksi budidaya mereka menjadi terganggu.

Untuk mengatasi permasalahan dan penolakan tersebut, program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) hadir menawarkan solusi yang lebih adaptif melalui konsep silvofishery. Konsep ramah lingkungan ini pada dasarnya merupakan sebuah perpaduan yang seimbang antara area tambak produktif dengan tutupan vegetasi mangrove. Melalui pendekatan silvofishery, penanaman mangrove tidak lagi dilakukan secara menyeluruh di seluruh area tambak milik warga. Penanaman kini difokuskan dan dibatasi hanya pada porsi atau titik-titik tertentu saja, sehingga tidak mengorbankan ruang budidaya utama yang menjadi sumber pendapatan para petambak.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Peduli Hutan Mangrove, Suwardi, membenarkan adanya perubahan sikap dari para petambak setelah diperkenalkannya pola tanam yang baru tersebut. Dalam acara Temu Media bersama Masyarakat Pesisir Desa Sepatin yang diselenggarakan pada hari Jumat, Suwardi menjelaskan bagaimana antusiasme warga mulai terbangun kembali.

Baca Juga

Pihak BRIN hingga Kemenhut Diperiksa Terkait Korupsi Kawasan Hutan

Pihak BRIN hingga Kemenhut Diperiksa Terkait Korupsi Kawasan Hutan

"Di tahun 2025 sampai dengan tahun 2026 ini, saya pikir dengan kondisi di lapangan yang kami alami ini, sedikit ada peningkatan minat masyarakat untuk merehabilitasi mangrovenya karena dengan adanya program M4CR ini tipe pola tanam yang berbeda," kata Suwardi dalam pemaparannya di hadapan warga dan perwakilan media.

Selain kendala teknis terkait area budidaya, kelompok masyarakat penggerak rehabilitasi juga kerap menghadapi keraguan dari sisi kepemilikan lahan. Suwardi mengungkapkan bahwa banyak petambak yang merasa khawatir lahan tambak mereka akan diambil alih oleh pihak pemerintah apabila mereka memutuskan untuk mendaftarkan diri dan mengikuti program rehabilitasi mangrove tersebut. Isu mengenai status lahan ini sempat menjadi penghalang yang cukup signifikan dalam upaya memperluas cakupan pemulihan ekosistem pesisir di Desa Sepatin.

Menanggapi keresahan yang berkembang di tengah masyarakat pesisir tersebut, pihak Kementerian Kehutanan telah turun tangan untuk memberikan jaminan dan kepastian. Kementerian Kehutanan secara langsung meyakinkan para petambak bahwa keikutsertaan mereka dalam program rehabilitasi mangrove tidak akan berujung pada hilangnya hak atas lahan tambak yang mereka kelola.

Baca Juga

Asap Karhutla Kembali Terlihat di Kawasan IKN

Asap Karhutla Kembali Terlihat di Kawasan IKN

"Alhamdulillah, Kementerian Kehutanan menyampaikan langsung bahwa ketika mengikuti rehabilitasi mangrove itu, tidak ada tambak yang memang akan direbut paksa oleh pemerintah," ujar Suwardi menegaskan penyampaian dari kementerian tersebut.

Program M4CR di Kalimantan Timur ini memang dirancang untuk melibatkan kelompok masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan rehabilitasi mangrove dengan mengedepankan pendekatan partisipatif. Keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program pelestarian lingkungan pesisir ini. Sebagai salah satu kelompok yang berpartisipasi, KTH Peduli Hutan Mangrove telah mengambil langkah konkret dengan menerapkan pola tanam silvofishery di kawasan tambak yang mereka kelola.

Berdasarkan data pelaksanaan program, KTH Peduli Hutan Mangrove telah melakukan penanaman dengan luas mencapai 31 hektare pada tahun 2025. Kegiatan pelestarian lingkungan ini terus berlanjut, di mana pada tahun 2026 kelompok tersebut menargetkan penanaman di area seluas 29 hektare yang saat ini prosesnya masih terus berlangsung di lapangan. Sebagai bentuk evaluasi atas upaya yang telah dilakukan, kelompok masyarakat tersebut mencatat tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mangrove mencapai angka 61 persen pada periode penanaman tahun 2025.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian KehutananKutai KartanegaraRehabilitasi MangroveDesa SepatinM4CRSilvofishery

Berita Terbaru Lainnya

Padamkan Kebakaran Lahan di Majalengka, Petugas Temukan Warga Tewas TerbakarEdarkan 3 Jenis Narkoba, Wanita di Cilegon Ditangkap PolisiMendagri Tegaskan Damkar Tak Perlu Izin Padamkan Kebakaran Hutan, Penghalang DitangkapPetugas Damkar Majalengka Temukan Jasad Warga saat Padamkan Kebakaran LahanDua Pekan Belajar di Bawah Pohon akibat Gempa, Siswa SMP di Manggarai Barat Menanti Tenda DaruratAniaya Pacar di Bawah Umur, Pria di Bali Ditangkap Keluarga Korban dan DilakbanSaid Abdullah, Banggar DPR Siapkan Rp23 Triliun untuk Gaji P3K di 2027Karhutla 5 Gunung Jatim, 1.488 Hektare Hangus

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap