PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi buka suara terkait fenomena antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Makassar selama beberapa bulan terakhir. Beredarnya kekhawatiran masyarakat soal kelangkaan pasokan ditegaskan tidak sesuai dengan kondisi ketersediaan bahan bakar di lapangan.
Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menjelaskan bahwa lonjakan antrean dalam dua hingga tiga bulan terakhir dipicu oleh kombinasi peningkatan konsumsi riil dan kepanikan konsumen. Pertumbuhan aktivitas pada sektor pariwisata serta logistik berkontribusi signifikan terhadap naiknya volume kebutuhan bahan bakar.
Selain faktor lonjakan mobilitas, antrean panjang juga dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga BBM dan LPG yang mendorong masyarakat mengisi bahan bakar secara berlebihan. Kondisi tersebut bahkan memicu pola pembelian yang tidak wajar di beberapa titik penjualan.
Karhutla Ancam Orangutan, Patroli dan Rescue Satwa Diperkuat

Pasokan Harian Aman dan Pola Beli Tak Wajar
Pihak Pertamina menegaskan bahwa antrean kendaraan bukan pertanda menipisnya stok. Penyaluran bahan bakar jenis Pertalite maupun LPG di wilayah Kota Makassar dipastikan terus berjalan setiap hari tanpa henti.
Kendati pasokan harian masuk secara konsisten ke SPBU, fenomena antrean tetap berlangsung hingga dini hari. Rainier menuturkan bahwa antrean kendaraan sempat terpantau masih terjadi antara pukul 02.00 hingga 03.00 pagi, sebuah situasi yang dinilai tidak lazim dalam pola distribusi reguler.
Menanggapi dinamika tersebut, Pertamina menyiapkan langkah operasional guna mengurai kepadatan. Sejumlah SPBU akan ditambah jam operasionalnya, disertai penyaluran pasokan LPG tambahan untuk wilayah-wilayah yang mencatatkan lonjakan kebutuhan signifikan. Mengingat antrean telah mengganggu kelancaran lalu lintas publik, Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan untuk menertibkan arus kendaraan di sekitar area SPBU.
Waspadai Gelombang Tinggi, KSOP Labuan Bajo Tutup Pelayaran TN Komodo

Pengawasan Distribusi oleh Parlemen Daerah
Menanggapi situasi antrean BBM di Makassar, kalangan legislatif daerah turut mengambil langkah pemantauan langsung. Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika, menyatakan seluruh anggota dewan akan turun ke daerah pemilihan masing-masing guna memantau ketersediaan BBM dan LPG bersubsidi di tingkat pangkalan maupun SPBU.
Pihak legislatif menggarisbawahi bahwa jaminan keamanan stok dari Pertamina harus diimbangi dengan pengawasan lapangan yang ketat. Pengawalan distribusi diperlukan agar bahan bakar bersubsidi benar-benar terserap tepat sasaran dan diterima oleh kelompok masyarakat yang berhak.






