Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan 10 cabang olahraga prioritas yang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara berkelanjutan sejak 2024. Penetapan ini menjadi landasan pembinaan jangka panjang bagi kontingen Indonesia dalam menghadapi berbagai agenda kejuaraan multi-event regional maupun internasional.
Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban penting mengenai persiapan kontingen Indonesia pada ajang multi-event olahraga Kemenpora.
Bagaimana koordinasi Kemenpora dan KOI untuk SEA Games 2027 di Malaysia?
Kemenpora telah memulai langkah koordinasi persiapan SEA Games 2027 melalui pertemuan di Graha Kemenpora pada Jumat sore (20/2). Agenda ini dihadiri Menpora RI Erick Thohir bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.
Fokus utama koordinasi ini mencakup penyusunan nomor pertandingan. KOI telah menjalin komunikasi informal dengan NOC Malaysia agar SEA Games 2027 lebih memaksimalkan nomor-nomor Olimpiade serta menyediakan lisensi perebutan tiket kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Format Kompetisi dan Regulasi Liga PSSI Terbaru, I.League Tetapkan Aturan Pemain hingga Venue Netral

Kapan dan di mana SEA Games 2027 akan berlangsung?
SEA Games 2027 dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 29 September 2027 di Malaysia. Empat wilayah yang diproyeksikan menjadi lokasi arena pertandingan adalah:
- Kuala Lumpur
- Sarawak
- Penang
- Johor
Hingga saat ini, daftar definitif cabang olahraga beserta nomor pertandingan spesifiknya masih berada dalam tahap negosiasi antarpihak.
Bagaimana strategi pembinaan atlet disabilitas menuju Asian Para Games dan Paralimpiade?
Untuk sektor olahraga disabilitas, Kemenpora bersama Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia merancang pemetaan atlet berkelanjutan:
Jadwal dan Persiapan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Tahapan Menyimak Agenda Garuda

- Penjaringan atlet muda: NPC Indonesia menggelar program regenerasi bertajuk "Mendobrak Batas" pada 2025 yang menjaring sekitar 3.000 bibit atlet remaja dari 35 provinsi.
- Evaluasi pemetaan 2026: Kemenpora merencanakan peninjauan menyeluruh terhadap pemetaan atlet serta prioritas pembinaan pada 2026 guna menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya dan Paralimpiade Los Angeles 2028.
Apa saja catatan evaluasi dari partisipasi kontingen pada ASEAN Para Games 2025?
Pada ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand, kontingen Indonesia menghadapi sejumlah kendala teknis dan operasional yang menjadi bahan evaluasi:
- Dapur umum mandiri: Kontingen Indonesia mendirikan dapur umum sendiri di Nakhon Ratchasima akibat fasilitas katering tuan rumah yang dinilai tidak memadai.
- Pelanggaran regulasi: Chef de Mission Reda Manthovani melayangkan laporan resmi kepada ASEAN Para Sports Federation (APSF). Laporan tersebut mencakup dugaan ketidaksesuaian klasifikasi atlet, seperti atlet para tenis meja tuan rumah berkategori resmi TT4 yang diturunkan di kelas TT5.
Bagaimana rekam jejak kontingen Indonesia pada Olimpiade Paris 2024?
Kontingen Indonesia mengirim 29 atlet yang terdiri atas 16 atlet putra dan 13 atlet putri dari 12 cabang olahraga untuk bertanding di Olimpiade Paris 2024. Rombongan kontingen dipimpin oleh Chef de Mission Anindya Bakrie dengan total delegasi mencapai 86 orang, meliputi 20 pelatih, 9 ofisial, dan 28 personel markas besar (headquarters).
Kontingen tersebut dilepas secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 10 Juli 2024, sebelum berkompetisi di Paris yang mempertandingkan 32 cabang olahraga dengan partisipasi 182 negara. Partisipasi ini melanjutkan capaian Olimpiade Tokyo 2020, di mana Indonesia menempati peringkat ke-55 dunia dengan raihan satu emas melalui Greysia Polii dan Apriyani Rahayu dari cabang bulu tangkis, satu perak, serta tiga perunggu.






